Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Terkait Tudingan Kecurangan Data Situng, KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang!

KPU membantah tudingan adanya kecurangan terkait kesalahan entry data C1 ke Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng).

Editor: Fitriana Andriyani
zoom-in Terkait Tudingan Kecurangan Data Situng, KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang!
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar sosialisasi aplikasi Situng bersama tim paslon dua kubu, partai politik, dan stakeholder kepemiluan 2019 di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat, Jumat (18/1/2019). 

TRIBUNNEWS.COM - Komiihansi Pemil Umum (KPU) beri tanggapan soal tudingan adanya kecurangan terkait kesalahan entry data C1 ke Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng).

Komisioner KPU Viryan Azis menegaskan bahwa tidak ada kecurangan dan hal itu terjadi karena murni kesalahan.

Ia juga mengatakjan bahwa jika terjadi kesalahan entry data C1 ke Situng, bisa dilakukan perbaikan terhadap data tersebut.

Viryan Azis mengatakan, justru melalui Situng, publik bisa membandingkan akurasi data yang ditampilkan dengan scan C1.

Baca: Soal Situng yang Keliru, Mahfud MD: Dua Paslon Sama Rata Dapat Untung dan Rugi

Baca: Bawaslu Pernah Ingatkan KPU soal Potensi Kekeliruan Input Data Situng

Ia menyebutkan, jika KPU memiliki niat curang maka seharusnya data penghitungan yang dicatat di C1 yang diubah, bukan data yang ditampilkan di Situng.

"Kalau misalnya ada jajaran kami yang mau melakukan kecurangan ya ini (C1) diubah-ubah dulu dong. Lah kan ini C1 enggak diubah. Mikir gitu kalau yang mau bilang curang," kata Viryan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2019).

Publik bisa memantau Situng dan mencocokkan data yang ditampilkan dengan scan C1.

BERITA TERKAIT

Jika ada yang tidak sinkron, hal tersebut karena human error.

Jika menemukan ketidakcocokan, publik bisa melaporkannya ke KPU, dan akan dilakukan perbaikan terhadap data yang keliru tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa Situng tidak menentukan hasil akhir pemilu yang ditetapkan KPU.

Situng dibuat sebagai bentuk transparansi KPU kepada publik atas rekapitulasi suara pemilu.

Baca: Sekjen Partai Demokrat Datangi KPU Lihat Langsung Update Situng

Baca: Akun Twitter Atas Nama Kwik Kian Gie Komentari e-Sports dan Situng KPU, Anak Jokowi: Ini Beneran?

"Sebagian besar masyarakat tahu (kesalahan entry data) karena membandingkan entry-nya berapa sih, terus dilihat hasil scan (C1) kok beda sih (dengan entry data). Jangan-jangan curang, kan gitu," ujar Viryan.

"Kalau yang ngerti ini keliru entry, laporkan kepada kami," lanjut dia.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat, hingga Rabu (24/4/2019) sore, ditemukan 105 kesalahan entry data scan C1 ke Situng.

Jumlah ini berasal dari laporan masyarakat dan pengawasan internal KPU.

Dari 105 kesalahan entry data, sebanyak 64 data telah diperbaiki.

Sementara, 41 lainnya saat ini sedang dalam perbaikan.

KPU mencatat, hingga Rabu (24/4/2019) sore, ditemukan 105 kesalahan entry data formulir C1 ke Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng).

Baca: Jika Hasil Real Count KPU di Situng dan Form C1 Beda, Mana yang Dimenangkan? Ini Kata Mahfud MD

Baca: Data Sementara Situng KPU Selisih Suara Jokowi dengan Prabowo di Jabodetabek, Siapa yang Unggul?

Jumlah ini berasal dari laporan masyarakat dan pengawasan internal KPU.

"Kekeliruan entry terjadi sebanyak 105 yang sudah ditemukan. Laporan masyarakat 26, kemudian hasil monitoring internal 79," kata Komisioner KPU Viryan Azis di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu.

Dari 105 kesalahan entry data, sebanyak 64 telah diperbaiki. Sementara 41 sisanya masih dalam proses perbaikan.

"Adapun berbagai pemberitaan yang viral itu lebih kepada pemberitaan berulang-ulang terkait dengan kekeliruan entry data tadi," ujar Viryan.

Menurut Viryan, adanya temuan ini menunjukkan kesungguh-sungguhan KPU dalam menjaga rekapitulasi suara.

Ia menegaskan, Situng bukan merupakan hasil akhir rekapitulasi suara yang ditetapkan KPU.

Baca: Kesalahan Input Situng Tak Mungkin Disengaja, Kecuali Ada Persekongkolan

Situng dibuat sebagai bentuk transparansi dan keterbukaan KPU.

KPU terbuka dengan masukan dan temuan publik mengenai data Situng.

"Publik yang memberi masukan pada kami, kami ucapkan terima kasih, karena keterbukaan KPU itu maka kekeliruan itu diketahui. Sehingga dengan demikian, ini bagian dari keterbukaan dan transparansi kami sebagai penyelenggara pemilu," kata Viryan.

(Kompas.com/Fitria Chusna Farisa)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang",  dan "Hingga Rabu Sore, Ditemukan 105 Kesalahan "Entry" Data Situng ".

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Wiki Populer

© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas