Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Dosen Penyebar Hoaks 'Server KPU Disetting' Berpindah-pindah Selama Buron

Pria berinisial WN sempat viral karena muncul di video dan menyebut server KPU sudah disetting memenangkan capres-cawapres 01.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Y Gustaman
Editor: Sanusi
zoom-in Dosen Penyebar Hoaks 'Server KPU Disetting' Berpindah-pindah Selama Buron
Istimewa
Mabes Polri menggelar konferensi pers terkait penangkapan pria berinisal WN (54), tersangka kasus hoaks settingan server KPU 

WN menyebarkan hoaks soal server KPU RI sudah disetting, di rumah mantan bupati Serang, Ahmad Taufik Nuriman pada 27 Maret 2019 pukul 14.00 WIB.

Rumah ATN di Jalan Jagarahayu, Serang, rutin untuk rapat koordinasi kemenangan relawan salah satu pasangan calon Pilpres 2019 untuk Banten.

Turut hadir dalam rapat-rapat itu ketua-ketua koordinator wilayah pemenangan.

WN menyampaikan KPU RI saat ini hanya menduplikasi banyak data. Server KPU yang tujuh lapis pengamanannya, salah satunya bocor.

"Salah satu paslon sudah membuat angka 57% dan Prabowo sudah menang di angka 68% hal tersebut sudah kami petakan di 33 provinsi," terang Rickynaldo menurut pengakuan WN.

Hasil pemeriksaan, WN mengakui narasi di video tersebut tidak didukung bukti.

Ia hanya menemukan informasi tersebut dari medsos.

Rekomendasi Untuk Anda

Selama dua bulan buron, WN hidup berpindah-pindah Jakarta-Solo.

Tesangka kembali ke Solo pada 28 April 2019 karena memang rumahnya di Solo.

WN sebagai magister ilmu komputer dan memang memberikan mata kuliah IT menyebarkan hoaks agar dianggap hebat.

Tersangka juga berharap dapat diajak bergabung sebagai salah satu anggota tim IT salah satu pasangan calon.

"Motif yang bersangkutan ini supaya yang bersangkutan ini mendapat pengakuan dalam rangka kredibilitasnya sebagai salah satu tenaga ahli komputer."

"Artinya yang bersangkutan ini ingin memperoleh pengakuan di pihak salah satu pasangan calon bahwa yang bersangkutan ini sebagai tenaga ahli di bidang IT," ucap dia.

Penyidik menyita 1 handphone Blackberry 9850, 1 handphone Nokia, 1 handphone ASUS, 1 sim card Telkomsel, 1 sim card XL, 1 KTP dan 2 kartu ATM Bank Mandiri.

Soal ATM, polisi akan meminta print out transaksinya ke pihak bank untuk mengetahui adakah aliran-aliran dana yang masuk maupun keluar dari ATM tersebut

Sumber: TribunJakarta
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas