Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wiranto Bicara soal Pengamanan Sidang Kedua Sengketa Hasil Pilpres di MK

‎Terlebih kata Wiranto, Prabowo-Sandiaga Uno juga telah memohon dan menginstrusikan ke setiap pengikut dan pendukungnya untuk menahan diri

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Wiranto Bicara soal Pengamanan Sidang Kedua Sengketa Hasil Pilpres di MK
Tribunnews.com/Rina Ayu
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Republik Indonesia Wiranto, yang ditemui di Ruang Parikesit Gedung Utama Kemenko Polhukam, Kamis (13/6/2019). TRIBUNNEWS.COM/RINA AYU 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Mahkamah Konstitusi (MK) akan kembali menggelar sidang sengketa hasil pilpres pada hari ini, Selasa (18/6/2019) mulai pukul 09.00 WIB.

Agenda sidang adalah mendengarkan jawaban termohon dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU), serta pihak terkait yaitu paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Menteri Koordinasi Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan keamanan seluruhnya masih dalam tahap terkendali tidak ada kegiatan ‎yang menganggu jalannya sidang di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kalau keamanan yang dilaporkan oleh aparat kepolisian, intelijen kita, sementara terkendali dalam artian tidak ada kegiatan-kegiatan fisik yang menganggu jalannya sidang MK. Kami harapkan sampai selesai seperti itu," tutur ‎Wiranto.

‎Terlebih kata Wiranto, Prabowo-Sandiaga Uno juga telah memohon dan menginstrusikan ke setiap pengikut dan pendukungnya untuk menahan diri, sabar dan damai mengikuti proses konstitusi tanpa diintervensi oleh satu kegiatan fisik.

Baca: Perut Rata Nikita Mirzani Jadi Sorotan Pasca Kelahiran Anak Ketiganya

"Pak Prabowo-Sandiaga bahkan memohon agar para pendukungnya tidak melakukan gerakan atau penumpukan fisik di daerah MK. Kita apresiasi, menghormati itu, mohon supaya ditepati ditaati para pendukungnya, menghormati itu," ungkap Wiranto.

"Sehingga nanti kalau ada gerakan-gerakan fisik yang kemudian melakukan aktivitas atau aksi dalam rangka MK berarti itu bukan anak buah Pak Prabowo ya, itu bukan pendukung dari Pak Prabowo-Sandi," imbuhnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Terakhir Wiranto ‎meminta semua pihak agar berpikir rasional karena di negeri ini masih banyak masyarakat yang mendambakan suasana damai, dan tenang sehingga bisa melanjutkan pembangunan di negeri ini.

Wiranto turut meminta semua pihak instrospeksi diri karena para tokoh pemimpin yang berkompetisi sudah sepakat tidak melakukan aksi massa yang mengganggu dan meresahkan masyarakat.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas