Tribun

PON Papua

Alexander Damanik Persembahkan Medali Emas Selam Laut Nomor Finswimming Bagi Kontingen DKI Jakarta

zoom-in Alexander Damanik Persembahkan Medali Emas Selam Laut Nomor Finswimming Bagi Kontingen DKI Jakarta
PB PON XX Papua/Ronaldy Irfak
Peselam DKI Jakarta, Alexander Damanik (kiri) sesaat setelah menyelesaikan pertandingan finswimming PON Papua di Teluk Yos Sudarso, Kota Jayapura, Selasa (12/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA - DKI Jakarta berhasil menambah satu medali Emas dari cabang olahraga (cabor) Selam Laut nomor Finswimming di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Medali Emas tersebut berhasil didapat oleh atlet putra DKI Jakarta, Alexander Damanik.

Peselam yang akrab disapa Alex itu berhasil mendapat medali emas dari nomor finswimming jarak 6.000 meter putra.

Ia berhasil menjadi yang tercepat di antara tujuh lawan yang dihadapi dari sejumlah provinsi di Indonesia.

Alex berhasil mencatatkan waktu 1 jam 14 menit 5 detik.

Menurut Alex, perjuangan kerasnya berlatih secara intensif selama empat bulan terakhir berbuah hasil manis di PON Papua.

Keberhasilan meraih medali emas tak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama orang tua, pelatih, dan pengurus renang di DKI Jakarta.

"Perasaan saya pastinya senang bisa mendapatkan dan memberikan medali emas bagi DKI Jakarta. Saya mengucap syukur ke tuhan, KONI DKI dan pelatih juga selalu mensuport saya," kata Alexander Damanik saat ditemui Tribun Network di Teluk Yos Sudarso, Selasa (12/10/2021).

Alexander Damanik memang ditargetkan bisa meraih hasil maksimal di dua nomor selam laut yang diikuti.

Diketahui, Alex memang berlaga di dua nomor selam laut yakni finswimming putra 3.000 meter dan finswimming putra 6.000 meter.

"Saya sudah persiapan jauh-jauh hari, terutama di nomor laut ini saya sudah melakukan persiapan 4 bulan. Fokus latihannya panjang sekali," tambahnya.

Di sisi lain, perjalanan Alexander Damanik untuk bisa mendapatkan medali emas PON Papua tidak mudah.

Beragam tantangan dan ujian dihadapi Alex ketika bertanding di dua nomor finswimming di Teluk Yos Sudarso.

Tantangan pertama yang dihadapi adalah banyaknya tumpukan sampah yang menghalangi pandangannya.

Ia dan atlet dari daerah lain harus pintar-pintar mencari jalur untuk menghindari banyaknya sampah di lintasan pertandingan.

"Kendala di lap ketiga dan keempat, disana banyak tumpukan sampah jadi kesulitan. Sebelihnya semuanya aman," kata dia.

Selain itu, Alex juga harus menahan sakit di kakinya karena mengalami kram.

Permasalahan kram tersebut didapat Alex ketika mau menyelesaikan pertandingan menuju garis finis.

Kakinya sempat mengalami kram dan sulit untuk digerakan.

"Tadi di dekat garis dan setelah garis finis itu sempat kram karena terlalu semangat. Mau cepat-cepat menuju garis finis," ujar Alex.

Akhirnya, perjuangan kerasnya berhasil membuahkan hasil dengan sumbangan medali emas bagi DKI Jakarta.

Setelah ini, Alexander Damanik tidak bisa berleha-leha karena sejumlah agenda besar sudah menunggu.

Alex akan langsung mengalihkan fokus menuju persiapan ajang multievent bergengsi di Asia Tenggara, SEA Games.

SEA Games akan berlangsung di Hanoi, Vietnam, pada tahun 2022 mendatang.

Peselam yang kini masih berusia 20 tahun itu memiliki hasrat besar bisa berprestasi di ajang internasional.

"Setelah ini saya langsung mau persiapan ke SEA Games. Saya juga mau buktikan bisa lebih berprestasi di level internasional. Tetap semangat terus perjalanan masih panjang," tutupnya.

Berita Populer

Latest News

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas