Tribun

Pembiayaan KPR Diprediksi Meningkat Setelah BI Perpanjang DP Nol Persen

Relaksasi LTV oleh Bank Indonesia dinilai sangat membantu bisnis perbankan ke depan.

Editor: Choirul Arifin
Pembiayaan KPR Diprediksi Meningkat Setelah BI Perpanjang DP Nol Persen
WARTA KOTA/henry lopulalan
Pengunjung melihat contoh hunian dalam REI Mandiri Property Expo di JCC, Senayan,Jakarta, Sabtu (17/11/2018). Warta Kota/henry lopulalan 

Laporan Reporter: Maizal Walfajri

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bisnis bank di sektor ritel bisa mendulang untung besar hingga tahun depan. Hal ini seiring langkah perpanjangan uang muka 0% Bank Indonesia untuk kredit kendaraan bermotor (KKB) dan kredit pemilikan rumah (KPR) hingga Desember 2022.

Bank CIMB Niaga menyambut baik langkah bank sentral untuk merangsang konsumsi masyarakat ini. Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan bilang perpanjangan relaksasi ini pasti sangat membantu untuk pertumbuhan KPR dan KKB lebih lanjut.

“Sampai September 2021, KPR kami tumbuh 8% year on year (yoy) dan KKB kami di anak perusahaan CIMB Niaga Auto Finance tumbuh 17% yoy. Kami harapkan terus baik sampai akhir tahun,” ujar Lani kepada Kontan.co.id, Rabu (20/10/2021).

Dia menambahkan, perpanjangan relaksasi ini yang dibarengi dengan semakin kondusifnya situasi pandemi serta pelonggaran PPKM, bisnis KPR dan KKB akan tetap terus membaik.

Ia mengakui kinerja dua segmen ini di kuartal ketiga lebih baik dibandingkan kuartal kedua 2021 lantaran bantuan relaksasi dari bank sentral.

Kendati demikian, CIMB Niaga tidak memberikan down payment (DP) hingga 0% secara umum kepada calon debitur KPR dan KKB.

Baca juga: Kebijakan KPR DP 0 Persen Disambut Positif Pelaku Properti

Lani bilang pemanfaatan loan to value (LTV) itu hanya kepada calon debitur tertentu saja.

“Karena ada ada korelasi kuat antara kesehatan portfolio debitur yang DP-nya 0%. Ini terkait rasio kredit macet, karena bank juga harus bertanggung jawab memberikan pinjaman, hanya kepada nasabah yang bisa membayar cicilan dengan baik,” paparnya.

Baca juga: Pengembang Senang, Uang Muka Nol Persen untuk KPR Diperpanjang

Sementara itu, Bank Tabungan Negara (BTN) mengakui relaksasi bank sentral bakal sangat membantu bisnis bank ke depan. Bank dengan portofolio terbesar di sektor properti ini, optimistis KPR bisa tumbuh dobel digit di 2022.

Baca juga: Pakuwon Jati Bukukan Marketing Sales Rp 1,05 Triliun Hingga Triwulan III 2021

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas