Pemerintah Siapkan Ratusan Rumah Instan di Wilayah Terdampak Banjir Sumatra
Kementerian PKP menyiapkan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) untuk dibangun di wilayah terdampak banjir Sumatera.
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) untuk dibangun di wilayah terdampak banjir Sumatera.
- Kementerian PKP menyiapkan lebih dari 400 unit RISHA yang sudah tersedia di Medan dan sekitar 100 unit di Bandung.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) untuk dibangun di wilayah terdampak banjir Sumatera.
Kementerian PKP menyiapkan lebih dari 400 unit RISHA yang sudah tersedia di Medan dan sekitar 100 unit di Bandung. Jumlah ini dapat ditambah sesuai perkembangan kebutuhan lapangan.
RISHA yang disiapkan mengusung Tipe 36 dengan kebutuhan lahan sedikitnya 60 m⊃2;. Penggunaan teknologi ini memungkinkan hunian dibangun lebih cepat, kokoh, dan efisien.
Selain hunian, Kementerian PKP turut menyiapkan rencana pemulihan fasilitas publik seperti masjid, jalan lingkungan, serta ruang bermain anak.
“Percepatan ini bukan untuk mendahului proses tanggap darurat, tetapi sebagai upaya paralel agar tidak terjadi kekosongan waktu ketika fase rehabilitasi dan rekonstruksi dimulai,” kata Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian PKP, Imran, dikutip dari siaran pers pada Sabtu (6/12/2025).
Imran mengatakan, masing-masing pemerintah kabupaten dan pemerintah kota terkait perlu segera menyiapkan lahan relokasi yang aman sebagai lokasi pembangunan rumah pengganti.
Dengan begitu, setelah masa tanggap darurat selesai, masyarakat yang kehilangan rumah dapat segera menempati hunian baru.
Pendataan awal di sejumlah daerah menunjukkan skala dampak yang besar.
Di Kabupaten Pidie, tercatat ada 81 rumah yang hilang, tiga unit rumah rusak ringan, 41 rumah rusak sedang, dan 14.371 rumah rusak berat, termasuk rumah yang terdampak aliran sungai yang masih dalam proses identifikasi.
Pemerintah Kabupaten Pidie telah menyiapkan lahan relokasi seluas sekitar satu hektare di Desa Blang Pandak, Kecamatan Tangse, sebagai lokasi pembangunan rumah pengganti.
Di Kabupaten Pidie Jaya tercatat ada 114 rumah hilang, 789 rumah rusak ringan, 453 rumah rusak sedang, dan 9.174 rumah rusak berat.
Baca juga: Akses Jalan Darat ke Aceh Tamiang dan Sibolga Kembali Terbuka
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya telah menyediakan lahan relokasi seluas 11 hektare dengan status aset daerah.
Di Kabupaten Aceh Utara tercatat ada 10.594 unit rumah rusak ringan, 4.989 unit rusak sedang, dan 11.519 unit rusak berat, sementara data rumah hilang masih dalam proses verifikasi.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah menyiapkan lahan seluas 7.500 meter persegi untuk relokasi, yang merupakan aset pemerintah daerah.
Baca juga: Elon Musk Gratiskan Starlink untuk Korban Banjir di Sumatera, Bantah Keruk Cuan dari Musibah