Gen Z Memiliki Rumah Sendiri Tak Lagi Mimpi Berkat KPR dan Superapp BTN
Di usia 27 tahun, Enrico berani ambil KPR BTN dan punya rumah di Boyolali. Lewat Bale by BTN, cicilan jadi praktis dan terkontrol secara digital.
Penulis:
Alfin Wahyu Yulianto
Editor:
Radifan Setiawan
Pengalaman Enrico sejalan dengan meningkatnya adopsi layanan digital di sektor perbankan.
Hingga akhir 2025, pengguna Bale by BTN tercatat mencapai 3,7 juta orang, tumbuh signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Volume transaksinya pun mencapai miliaran transaksi dengan nilai ratusan triliun rupiah, menunjukkan semakin banyak nasabah yang beralih ke pengelolaan keuangan berbasis digital.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menilai kemudahan akses digital menjadi bagian penting dalam mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat, termasuk generasi muda.
“Dengan strategi Beyond Mortgage, BTN terus memantapkan diri menjadi consumer bank yang menyediakan solusi finansial terintegrasi sekaligus mendukung pembangunan perumahan nasional,” ujarnya.
Menurut Nixon, digitalisasi melalui Bale tidak hanya memudahkan pembayaran angsuran KPR, tetapi juga membantu nasabah mengelola berbagai kebutuhan finansial dalam satu aplikasi.
Hal ini dinilai relevan dengan karakter generasi muda yang menginginkan layanan cepat, praktis, dan transparan.
Sebagai bank yang menguasai pangsa pasar KPR terbesar secara nasional, BTN terus memperkuat perannya dalam pembiayaan perumahan.
Hingga akhir 2025, penyaluran kredit perumahan BTN mencapai ratusan triliun rupiah, dengan pertumbuhan positif baik pada segmen subsidi maupun non-subsidi.
Namun bagi Enrico, angka-angka tersebut bukan sekadar statistik. Ia merasakan langsung dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang penting buat saya prosesnya jelas dan tidak ribet. Saya bisa punya rumah tanpa merasa terbebani,” katanya.
Ia juga menilai integrasi antara developer dan pihak bank membuat proses lebih terstruktur.
Rekomendasi dari developer terhadap BTN memudahkannya dalam mengurus pengajuan KPR, terutama sebagai generasi muda yang baru pertama kali berurusan dengan pembiayaan properti.
Kini, beberapa waktu setelah menempati rumahnya, Enrico merasakan perubahan cara pandang terhadap keuangan.
Ia lebih disiplin mengatur pengeluaran dan lebih sadar pentingnya aset jangka panjang.
Baca tanpa iklan