Gen Z Memiliki Rumah Sendiri Tak Lagi Mimpi Berkat KPR dan Superapp BTN
Di usia 27 tahun, Enrico berani ambil KPR BTN dan punya rumah di Boyolali. Lewat Bale by BTN, cicilan jadi praktis dan terkontrol secara digital.
Penulis:
Alfin Wahyu Yulianto
Editor:
Radifan Setiawan
Memiliki rumah sendiri memberinya rasa tanggung jawab sekaligus kebanggaan.
Ia tidak lagi hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan bulanan, tetapi juga untuk membangun masa depan.
“Punya rumah sendiri itu rasanya beda. Ada kepastian. Saya jadi lebih semangat kerja karena tahu ada yang sedang saya bangun,” ujarnya.
Ia menyadari bahwa tidak semua orang memiliki kondisi finansial yang sama.
Namun ia percaya, dengan perencanaan matang dan pemanfaatan fasilitas yang ada, generasi muda sebenarnya memiliki peluang yang sama untuk memiliki rumah.
Cerita Enrico menunjukkan bahwa tantangan generasi Z dalam memiliki rumah bukan tidak mungkin diatasi.
Kuncinya ada pada keberanian memulai, kemampuan menghitung risiko, serta memanfaatkan kemudahan digital yang tersedia.
“Kalau dipikir-pikir, kalau terus menunda karena takut, mungkin sampai kapan pun tidak mulai. Padahal kalau dihitung, ternyata masih masuk akal,” katanya.
Baginya, rumah bukan sekadar simbol status. Rumah adalah bentuk kemandirian finansial dan langkah awal menuju stabilitas hidup.
Dengan cicilan terjangkau dan dukungan layanan digital, ia membuktikan bahwa generasi Z pun bisa mengambil peran dalam kepemilikan hunian sejak dini.
“Saya harap teman-teman seumuran saya tidak ragu untuk mulai cari tahu. Punya rumah sendiri itu bukan cuma mimpi, tapi bisa jadi keputusan yang realistis,” tutup Enrico.
Kisah Enrico menjadi gambaran bagaimana transformasi layanan pembiayaan perumahan dan digitalisasi perbankan dapat menjawab kebutuhan generasi muda.
Di tengah tantangan harga properti yang terus meningkat, akses KPR yang terstruktur dan dukungan superapp menjadi jembatan antara mimpi dan kenyataan.(Tribunnews.com/Alfin Wahyu Yulianto)
Baca tanpa iklan