Lailatulkadar
PARA pembaca yang dirahmati Allah SWT, syukur Alhamdulillah kita masih menjalani hari-hari dan malam-malam yang penuh berkah, yakni sepuluh
Editor:
Anwar Sadat Guna
Ustadz Jefry Al Bukhori
PARA pembaca yang dirahmati Allah SWT, syukur Alhamdulillah kita masih menjalani hari-hari dan malam-malam yang penuh berkah, yakni sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan yang sangat istimewa.
Allah mengkhususkan amalan ibadah yang tidak dilakukan pada hari-hari lainnya.
Semoga kesehatan dan kenikmatan masih senantiasa Allah limpahkan kepada kita hingga akhir Ramadan ini, amin.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dalam kitabnya Shahih Muslim, dari Aisyah ra, ia berkata bahwa, "Pada sepuluh malam terakhir (di bulan Ramadan), Nabi Muhammad SAW lebih giat (beribadah) dari sebelumnya."
Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Aisyah ra, "Apabila masuk sepuluh malam terakhir, Nabi Muhammad SAW mengikat kainnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya."
Maksud mengikat kain adalah menjaga jarak dari istri agar lebih total melakukan salat, zikir, menghidupkan malam dengan membaca Alquran, doa, dan mengadu kepada Allah SWT.
Oleh sebab itu, setiap orang mukmin yang bijak tidak mungkin mau melewatkan begitu saja kesempatan emas dan malam-malam yang sangat berharga ini, baik untuk diri sendiri maupun keluarganya.
Oleh sebab itu, tidak lebih dari beberapa jam yang sangat pendek dan beberapa malam yang sangat terbatas, dengan harapan mudah-mudahan ia meraih setitik anugerah dari Allah SWT yang memberi kebahagiaan abadi di dunia serta akhirat.
Satu malam yang lebih baik dari seribu bulan dalam hal keutamaan, berkah, kemuliaan, dan jumlah pahala, serta ganjaran.
Pada malam itu, malaikat-malaikat yang tidak pernah angkuh dan tidak pernah lelah untuk menyembah Allah turun dari langit.
Mereka senantiasa bertasbih siang dan malam tanpa henti, lalu turun ke bumi dengan membawa berkah dan rahmat.
Pada malam itu, dosa-dosa diampuni, kesalahan-kesalahan dihapus, kekeliruan- kekeliruan dimaafkan, dan doa-doa dikabulkan, bagi orang yang terjaga dan salat pada malam itu dengan menggenggam keimanan kepada Tuhannya, yakni dengan pemberiannya, hanya mengharap balas dan pahala dari-Nya, ikhlas dalam berniat.
Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang salat malam pada malam Lailatulkadar dengan iman dan hanya mengharap balasan dari Allah SWT, maka diampuni seluruh dosanya yang terdahulu."
Lantas kapan munculnya Lailatulkadar itu?
Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah SAW menjelaskan waktu munculnya Lailatulkadar
"Carilah Lailatulkadar pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan." Tetapi, ada petunjuk yang menyatakan Lailatulkadar cenderung muncul di malam ganjil pada tujuh hari terakhir di bulan Ramadan.