Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Masjid Besar Rancaekek Saksi Bisu Syahidnya Pejuang

MASJID Besar Rancaekek pernah menjadi tempat peristirahatan terakhir para pejuang yang meninggal ketika perang di tahun 1946.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Untuk yang kedua kalinya, masjid itu dirombak pada tahun 1986. Menurutnya, ukuran masjid diperlebar dan ditinggikan sekitar 60 cm lantaran makin banyak yang beribadah. "Waktu itu untuk pertama kalinya masjid itu menggunakan anak tangga. Mungkin dulu sudah diperkirakan untuk mengantisipasi banjir," katanya.

Terakhir kalinya, kata Unang, masjid itu dirombak pada tahun 2006 hingga pada akhirnya diresmikan Bupati Bandung yang pada waktu masih dijabat Obar Sobarna. "Sekarang masjid sudah pakai menara dan sudah pakai kubah," ujarnya.

Bagi warga letak masjid yang bercat hijau ini memang sangat statregis. Sebab, berada di jalan yang menghubungkan tiga kecamatan, yakni Rancaekek, Solokanjeruk, dan Majalaya. Karena itu masjid ini selalu ramai di setiap waktu meski belum masuk waktu solat. "Masjid ini sejuk, dingin dan nyaman untuk singgah meski hanya untuk istirahat," ujar Iqbal Muhammad kemarin.

Meski tak diketahui asal usul masjid tersebut, warga sekitar tetap menggunakan Masjid Besar Rancaekek untuk beribadah terutama di bulan Ramadan ini.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas