Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jejak Ki Ageng Henis di Kampung Laweyan Solo

Masjid Laweyan atau Masjid Ki Ageng Henis yang terletak di tepi Sungai Jenes di kawasan Kampung Batik Laweyan berdiri pada 1546.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Y Gustaman
TribunSolo.com/Bayu Ardi Isnanto
Masjid Laweyan atau Masjid Ki Ageng Henis berdiri pada 1546 di tepi Sungai Jenes, Surakarta, Jawa Tengah.
TribunSolo.com/Bayu Ardi Isnanto
Masjid Laweyan atau Masjid Ki Ageng Henis berdiri pada 1546 di tepi Sungai Jenes, Surakarta, Jawa Tengah.
TribunSolo.com/Bayu Ardi Isnanto
Masjid Laweyan atau Masjid Ki Ageng Henis berdiri pada 1546 di tepi Sungai Jenes, Surakarta, Jawa Tengah.

Di masa Paku Buwono X, bangunan masjid dirombak total. Atap masjid berubah dan berbentuk khas joglo. Bangunan hasil renovasi Paku Buwono X bertahan hingga ratusan tahun.

"Ada dalem masjid atau bangunan utama, lalu pendapi, gandok atau serambi kanan-kiri, keputren kanan-kiri," lanjut Achmad.

Ada yang menarik di masjid ini, soko atau tiang kayu bangunan merupakan tiang bekas dari Keraton Kartasura yang hancur akibat peristiwa geger pecinan.

Peristiwa tersebut membuat Paku Buwono II memindahkan kekuasaannya di Desa Sala dan berubah menjadi Keraton Kasunanan Surakarta.

"Soko yang bisa dibawa kemudian digunakan untuk membangun Masjid Agung, setelah masa PB X, Masjid Agung juga direnovasi," kata dia.

Kayu yang digunakan sebagai tiang Masjid Agung kemudian dipindahkan ke Masjid Laweyan. Hingga saat ini kayu tersebut masih kokoh menopang bangunan masjid.

Masjid Laweyan persisnya terletak di Jalan Liris No 1, RT 4/4 Kelurahan Pajang, Laweyan, Solo, Jateng.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas