Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ringan dan Hangatkan Perut Setelah Berpuasa, Bubur Samin Khas Banjar Ini Selalu Dinanti Warga Solo

Sejak tahun 1980-an di Masjid Darussalam memang memasak dan membagikan bubur samin khas Banjar setiap harinya selama bulan Ramadan.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ringan dan Hangatkan Perut Setelah Berpuasa, Bubur Samin Khas Banjar Ini Selalu Dinanti Warga Solo
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Panitia Masjid Darussalam saat memasukkan bubur samin ke wadah yang dibawa oleh warga, Senin (6/5/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNNEW.COM, SOLO - Ratusan warga dari beberapa wilayah berebut bubur samnin di Masjid Darussalam, Jayengan, Serengan, Solo Senin (6/5/2019) sore.

Warga datang dengan membawa rantang, mangkuk dan beragam tempat makan lainnya.

Bubur samin khas Banjarmasin atau Banjar tersebut tampak sedang dimasak pengurus masjid.

Sejak pukul 14.00 WIB warga sudah mulai berdatangan dan mengantrikan wadah makanan di sejumlah meja yang tersedia.

Sementara petugas masjid masih tampak mengaduk-aduk adonan bubur di panci khusus yang besarnya sama dengan tong minyak.

Panitia memasak bubur samin sendiri sejak pukul 11.00 WIB siang.

Baca: Trik Cegah Sakit Kepala karena Menahan Kantuk Saat Puasa

Rekomendasi Untuk Anda

"Dulu awal-awal kita hanya memasak 15 kilogram beras untuk bubur," kata Ketua Takmir Masjid Darussalam, Rosidi Muhdor, Senin (6/5/2019) sore.

"Sekarang sudah 50 kilogram beras sekali masak dan ditambah bahan-bahan lain bisa untuk sekitar 1.100 porsi," katanya.

Sedangkan untuk 900 porsi panitia khusus membagikan untuk warga.

"Sisanya untuk buka jamaah Masjid Darussalam," kayanya.

Sejak tahun 1980-an di Masjid Darussalam memang memasak dan membagikan bubur samin khas Banjar setiap harinya selama bulan Ramadan.

Bubur Samin di Masjid Darussalam, Solo, Jawa Tengah
Bubur Samin di Masjid Darussalam, Solo, Jawa Tengah ((TribunSolo.com/Garudea Prabawati))

Dan dari tahun ke tahun jumlahnya juga terus bertambah.

Hal tersebut seiring dengan makin banyaknya masyarakat yang datang untuk mendapatkan bubur.

"Dan bubur sendiri biasa dibagikan usai Salat Ashar atau sekitar pukul 16.00 WIB," katanya.

Baca: Niatnya Ngabuburit Cari Takjil, Ashanty Justru Asyik Tidur Bersantai di Pangkuan Anang Hermansyah

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas