Tribun Ramadan

Ramadan 2019

Para Ahli Al Quran Berkumpul, Menag Minta Sosialisasi Cara Menafsir Al Quran Yang Tepat Dimasifkan

Helatan yang digagas Jam'iyyatul Qurra Wal Huffadz (JQH) ini berlangsung selama dua hari, 20 dan 21 Mei 2019.

Editor: Husein Sanusi
Para Ahli Al Quran Berkumpul, Menag Minta Sosialisasi Cara Menafsir Al Quran Yang Tepat Dimasifkan
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Warga mengisi waktu dengan membaca Alquran selepas salat ashar di Masjid Pusdai Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (6/5/2019). Di bulan penuh berkah ini banyak umat Islam berlomba-lomba mencari kebaikan, termasuk salah satunya dengan bertadarus (membaca) Alquran di mesjid. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional ke-111, ahli-ahli Al-Qur'an dari seluruh Indonesia berkumpul dalam gelaran Konferensi dan Sima’an Akbar Al-Qur'an untuk Keselamatan dan Keberkahan Bangsa, di Jakarta.

Helatan yang digagas Jam'iyyatul Qurra Wal Huffadz (JQH) ini berlangsung selama dua hari, 20 dan 21 Mei 2019. 

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang didaulat untuk membuka gelaran ini, amat mengapresiasi inisiatif yang diambil oleh JQH. Pada acara yang dihadiri ratusan Qari dan Hafidz dari seluruh Indonesia ini, Menag menitipkan empat hal untuk dibahas.

Pertama, cara pendidikan terhadap pemahaman Al-Quran yang perlu dilakukan secara masif. "Perlu adanya sosialisasi bagaimana menerjemahkan dan menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan tepat," kata Menag, Senin (20/05). 

Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi kesalahpahaman yang terjadi selama ini. Menurut Menag, selama ini banyak yang beranggapan bahwa terjemahan atau tafsir Al-Qur'an sama dengan Al-Qur'an itu sendiri. "Padahal seharusnya tidak seperti itu," tuturnya. 

Maka menurut Menag, hal kedua yang perlu dibahas para ahli Al-Qur'an adalah melakukan kontekstualisasi Al-Qur'an dengan realitas kehidupan manusia. 

"Hal yang dilakukan adalah penjelasan secara masif bagaimana pengkontekstualisasian Al-Qur'an dengan realitas kehidupan kita. Sehingga teks-teks itu tidak hanya sekedar teks, tapi dikontekstualisasikan dengan realitas atau kehidupan nyata," imbuh Menag

Menag berharap hal ini dapat dilakukan mengingat Al-Qur'an memiliki relevansi yang tinggi sebagai rujukan utama dalam kehidupan. 

Ketiga, forum ini diharapkan Menag dapat membahas bagaimana Al-Qur'an harus dijadikan sebagai rujukan dalam menyikapi isu-isu klasik maupun aktual yang sedang terjadi. 

“Isu-isu keadilan, relasi antara negara dengan agama, isu gender, isu hak asasi manusia, relasi agama dengan budaya, ekonomi, hukum, dan lain sebagainya. Isu itu bisa dirujuk ke dalam Al-Qur’an dan bagaimana Al-Qur’an menjadi acuan dalam menyikapi isu-isu aktual itu," ujar Menag

Halaman
12

Punya pertanyaan seputar zakat , infaq dan sedekah ? Anda dapat bertanya dan berkonsultasi langsung ke Konsultasi Zakat yang langsung dijawab Baznas (Badan Amil Zakat Nasional)

Kirim pertanyaan Anda ke konsultasi@tribunnews.com

Untuk lebih lanjut kunjung Rubrik Konsultasi Islami Tribunnews.com

Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas