Tribun Ramadan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kisah Kecintaan Uthman Taha kepada Alquran, Dedikasikan 40 Tahun Hidupnya untuk Menulis Mushaf

Uthman Taha 40 tahun mendedikasikan hidupnya untuk menulis Alquran. Ia begitu mencintai alquran

Kisah Kecintaan Uthman Taha kepada Alquran, Dedikasikan 40 Tahun Hidupnya untuk Menulis Mushaf
Arab News
Uthman Taha sedang menulis Alquran 

TRIBUNNEWS.COM -. Uthman Taha 40 tahun mendedikasikan hidupnya untuk menulis Alquran. Ia begitu mencintai alquran, sehingga 40 tahun kehidupannya terakhir dihabiskan hanya untuk menulis alquran.

"Ketika menggambarkan surga, aku berharap ayat-ayatnya tidak pernah berakhir. Namun ketika engkau sampai pada (bagian) neraka, tanganku menjadi bergetar, dan aku berkeringat," demikian petikan ulasan tentang sosok Uthman Taha seperti dimuat Gana Islamika.

Uthman Taha lahir di sebuah desa kecil di Suriah Utara, dekat dengan perbatasan Turki, pada tahun 1934. Dia berasal dari keluarga petani sederhana, ayahnya adalah seorang Imam di desa tersebut.

“Aku mengembangkan minat untuk kaligrafi ketika pada usia enam tahun aku mulai melihat-lihat buku-buku ayahku dan melihat betapa indahnya judul-judul itu ditulis,” kata Taha sebagaimana dilansir dari Arab News.

“Aku bertanya kepada ayahku tentang jenis-jenis tulisan yang digunakan, tetapi dia mengatakan itu bukan keahliannya, melainkan keahlian kaligrafer di kota.”

“Ketika aku semakin dewasa, ayah mengirimku ke Aleppo untuk menyelesaikan pendidikanku,”

Dia melanjutkan kisahnya.

“Di sana, aku bertemu dengan beberapa kaligrafer terkenal Aleppo, menyaksikan mereka bekerja, dan belajar tentang alat-alat yang mereka gunakan, cara mereka memegang pena mereka , dan bagaimana mereka membuat huruf-huruf yang indah.”

“Aku kemudian pindah ke Damaskus dan bertemu pimpinan kaligrafer di Suriah, Muhammad Badawi Al-Diyrani, dan kaligrafer Irak, Hashim Al-Baghdadi. Di Istanbul (Turki), aku bertemu Hamid Al-Amidi, pemimpin kaligrafi di dunia Islam, yang memberiku ijazah kaligrafi.”

Pada saat Taha masih belajar di Universitas Damaskus untuk mengambil gelar BA pada jurusan Syariah, dia didekati oleh King Fahd Complex (perusahaan penerbitan Alquran yang berpusat di Madinah).

Sambut bulan Ramadhan 2019/1440 Hijriah
Sambut bulan Ramadhan 2019/1440 Hijriah (3dwarehouse.sketchup.com via tribunnews.com)

“Aku ditunjuk untuk menjadi seorang kaligrafer untuk menulis edisi Mushaf yang berbeda untuk beberapa negara di dunia Islam,” katanya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sugiyarto
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas