Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cerita Dari Kampung Kolang Kaling Yang Lebih Tenar Dari Nama Kampungnya Sendiri

Buah-buahan yang sering dikonsumsi pada saat ramadhan, baik untuk campuran kolak atau pun es buah.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Cerita Dari Kampung Kolang Kaling Yang Lebih Tenar Dari Nama Kampungnya Sendiri
Ferri Amiril Mukminin/Tribun Jabar
Untuk menghemat biaya proses perebusan buah kolang kaling dilakukan di kebun dengan bahan bakar kayu. 

"Biji putih dalam buah harus dikeluarkan terlebih dahulu untuk menghilangkan rasa pahit," ujar Oteng.

Ia mengatakan, setelah biji putih dikeluarkan maka kolang-kaling akan direndam selama tiga hari dengan air bersih.

Hal tersebut juga bertujuan agar kolang kaling bersih dan tetap segar saat dipasarkan.

"Kalau saat ini kami baru bisa memenuhi pasar di Cianjur saja, berhubung kami juga baru memproduksi lagi," ujar Oteng.

Oteng berharap Ramadan kali ini buah kolang-kaling yang diproduksi bisa habis terjual. (Ferri Amiril Mukminin)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Mengenal Kampung Kolang Kaling di Cianjur, Jika Ramadan Tiba Kebun Pun jadi Tempat Produksi

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas