Tribun Ramadan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bulan Bung Karno

Sejarah Habib Ali Membangun Masjid 'Taman Surga' Kwitang

Selain sebagai tempat ibadah, ribuan umat Islam biasanya juga melakukan ziarah ke makam Habib Ali Bin Abdurachman Bin Abdullah Al Habsyi.

Sejarah Habib Ali Membangun Masjid 'Taman Surga' Kwitang
Tribunnews/Jeprima
Seorang warga melaksanakan ibadah salat di Masjid Jami Al Riyadh, Kwitang, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2020). Masjid Jami Al Riyadh Kwitang didirikan oleh Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi pada tahun 1887. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.CO, JAKARTA-Bangunan Masjid Al-Riyadh Kwitang Jakarta Pusat berlantai dua. Masjid Al-Riyadh tak memiliki kubah.

Namun terdapat menara di area masjid dengan dominasi cat warna putih ini.

Masjid Al-Riyadh dapat menampung 150 – 200 jemaah. Lantai pertama masjid tesebut biasanya digunakan untuk salat
berjamaah seperti biasa, sedangkan lantai dua digunakan untuk tempat belajar Madrasah Diniyyah.

Terdapat mimbar berjenjang atau bertangga dan ada tempat duduknya serta atapnya berupa kubah terbuat dari kayu-kayu.

Selain sebagai tempat ibadah, ribuan umat Islam biasanya juga melakukan ziarah ke makam Habib Ali Bin Abdurachman Bin Abdullah Al Habsyi.

Seorang pengurus masjid menuturkan, keberadaan Masjid tak lepas dari perjuangan dakwah Habib Ali di Jakarta.

Suasana bagian dalam Masjid Jami Al Riyadh, Kwitang, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2020). Masjid Jami Al Riyadh Kwitang didirikan oleh Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi pada tahun 1887. Tribunnews/Jeprima
Suasana bagian dalam Masjid Jami Al Riyadh, Kwitang, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2020). Masjid Jami Al Riyadh Kwitang didirikan oleh Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi pada tahun 1887. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)

Berawal hanya berupa surau dengan desain rumah panggung, kini Masjid Kwitang menjadi
bangunan masjid dua lantai yang berdiri di atas lahan seluas 1.000 meter persegi.

"Setelah Habib Ali menuntut ilmu di Hadralmaut, Yaman Selatan, beliau sempat berguru dengan Mufti
Betawi yakni Habib Usman Bin Yahya. Ia pun membuat madrasah pertama di Jakarta dengan nama
Madrasah Jamiatul Khair di Masjid Al Makmur Tanah Abang Jakarta," kata seorang pengurus yang
enggan disebutkan namanya kepada Tribun.

Setelah mendirikan madrasah, murid Habib Ali terus bertambah hingga didirikan Islamic Center tak jauhdari lokasi Masjid Al-Riyadh. Sekira 1938,Habib Ali membangun surau sederhana dengan bentuk seperti rumah panggung. Bangunan musala itu dinamai Al Makmur karena Habib Ali terinspirasi dari nama Masjid Al Makmur yang berada di Tanah Abang.

"Tidak lama berdiri, Al Makmur mengalami musibah kebakaran," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas