Tribun Ramadan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Cara Menghitung Zakat Profesi Bagi PNS dan Karyawan Swasta

Artinya ada ambang batas tertentu jumlah harta jika telah mencapai angka sekian makan wajib dikeluarkan zakatnya.

Cara Menghitung Zakat Profesi Bagi PNS dan Karyawan Swasta
Baznas
Konsultasi seputar zakat. 

TRIBUNNEWS.COM - Zakat sebagaimana diketahui wajib dikeluarkan jika harta sudah mencapai nisab dan haul.

Artinya ada ambang batas tertentu jumlah harta jika telah mencapai angka sekian makan wajib dikeluarkan zakatnya.

Selain itu ada tenggat waktu pengeluaran zakat atau biasa disebut haul.

Lalu, bagaimana menghitung Zakat profesi baik itu sebagai Pegawai Negeri Sipil atau karyawan swasta yang penghasilannya sudah pasti bulanan?

Berikut jawaban dari Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, MS, MEc, Ph.D:

Zakat penghasilan atau zakat profesi (al-mal al-mustafad) adalah zakat yang dikenakan pada setiap pekerjaan atau keahlian profesional tertentu, baik yang dilakukan sendirian maupun bersama dengan orang/lembaga lain, yang mendatangkan penghasilan (uang) halal yang memenuhi nisab (batas minimum untuk wajib zakat).
Contohmya adalah pejabat, pegawai negeri atau swasta, dokter, konsultan, advokat, dosen, seniman dan sejenisnya.

Hasil kajian majma' fiqh dan fatwa MUI nomor 3 tahun 2003 menegaskan bahwa zakat penghasilan itu hukumnya wajib.
Hal ini mengacu pada pendapat sebagian sahabat (Ibnu Abbas, Ibnu Masud dan Mu'awiyah), Tabiin (Az-Zuhri, Al-Hasan Al-Bashri, dan Makhul) juga pendapat Umar bin Abdul Aziz dan beberapa ulama fiqh lainnya.

Berdasarkan fatwa MUI no. 3 tahun 2003 dan Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 31 tahun 2019 nisab zakat profesi atau dalam istilah UU Zakat No. 23 tahun 2011 dinamakan zakat pendapatan dan jasa ditetapkan sebesar 85 gram emas per tahun.
Apabila dirupiahkan maka nilainya sebesar Rp.79.738.415 per tahun atau Rp.6.644.867 per bulan.

Contoh menghitung Zakat profesi

Perhitungannya sebagai berikut:
Jumlah penghasilan selama satu tahun adalah sebesar Rp. 80.000.000
Zakatnya adalah sebesar 2.5% x Rp 80.000.000 = Rp 2.000.000 (Terbilang: dua juta rupiah).

Akan tetapi jika dia khawatir memberatkan jika dibayar sekaligus satu tahun, maka dia boleh membayarkan zakatnya setiap kali dia menerima gaji per bulan. Zakatnya = 2.5% X (Rp 80.000.000/12) = Rp 166.000 (Terbilang: Seratus enam puluh enam ribu rupiah).

Punya pertanyaan seputar zakat , infaq dan sedekah ? Anda dapat bertanya dan berkonsultasi langsung ke Konsultasi Zakat yang langsung dijawab Baznas (Badan Amil Zakat Nasional)

Kirim pertanyaan Anda ke konsultasi@tribunnews.com

Untuk lebih lanjut kunjung Rubrik Konsultasi Islami Tribunnews.com

Ikuti kami di
Penulis: Husein Sanusi
  Loading comments...

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas