Cerita Ustaz Anggi Dirikan Pondok Pesantren Assyifa di Bogor, Ungkap Doa di Hajar Aswad Saat Umrah
Pesantren Assyifa yang berlokasi di Jalan Kincir Air Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa barat memiliki cerita panjang.
Editor: Adi Suhendi

"Akhirnya ketemu dengan empat santri yang ketemu di gang. Masih menggunakan celana pendek. Cara saya mengajak ngaji ketika itu ya pokoknya para santri yang penting mau main dulu ke sini. Mangkanya namanya ceria," ungkapnya.
Baca juga: Masjid Jami Al-Ma’mur Cikini, Dibangun Tahun 1890 dan Cerita tentang Pengkhianatan Kolonial Belanda
Dengan suasana ceria yang berhasil diciptakan, empat anak tersebut rupanya mengajak temannya yang lain untuk mengaji hingga akhirnya santri mulai banyak berdatangan di Ponpes Assyifa.
Banyaknya santri yang tertarik, membuat Ustaz AA Anggi Assyifa mulai memutar otak untuk bagaimana caranya dapat mendirikan pondok berupa saung.
"Awal, mereka bermain layangan di area pesantren, nah dari empat anak itu mereka mulai ngajak teman-teman lainnya. Dari sana saya mulai berpikir untuk mendirikan tempat, seperti saung-saung. Akhirnya saya mulai menjual alat kamera saya untuk membangun saung pertama," tegasnya.
Terkait metode pengajaran, Ustaz AA Anggi menjelaskan bahwa Ponpes Assyifa hampir sama dengan Ponpes lainnya.
"Basic Ponpes Assyifa ini sama dengan Ponpes lainnya, kita menjaga suasana tradisional ini. Baru enam tahun, semua gratis tanpa dipungut biaya," katanya.
Saat ini Ponpes Assyifa memiliki ratusan santri dan yang singgah di asrama ada sekitar 60 santri.
"Sekarang santri di sini ada 60 yang mondok, kalau pulang pergi jumlahnya mencapai 100 lebih santri," tandasnya.
Penulis: Yudistira Wanne
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Assyifa, Berawal dari 4 Anak Kini Miliki Ratusan Santri