Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Ramadan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ramadan 2021

Praktik Beragama tidak Mudah Goyah jika Didasari Ilmu Agama yang Benar

tanpa suatu keimanan tujuan dan orientasi hidup manusia akan semakin tidak menemui kejelasan dan tidak bermakna apapun bagi dirinya.

Praktik Beragama tidak Mudah Goyah jika Didasari Ilmu Agama yang Benar
Ist
Dr. Nur Rofiah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harmoni di antara iman, ilmu, dan amal merupakan hal terpenting yang diajarkan oleh Islam agar manusia benar-benar dipastikan untuk sukses hidup dunia dan akhirat.

Agar kehidupan manusia baik dunia dan akhirat berjalan sesuai harapan maka setidaknya harus dipahami tiga hal pokok yang diajarkan oleh Islam yaitu iman, ilmu, dan amal.

Dr. Nur Rofiah menuturkan, bahwa keimanan merupakan aspek fundamental, sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

Artinya tanpa suatu keimanan tujuan dan orientasi hidup manusia akan semakin tidak menemui kejelasan dan tidak bermakna apapun bagi dirinya.

Ini bisa disebabkan bahwa manusia dapat memiliki suatu motivasi adalah karena dorongan keimanan pada dirinya. Dan dengan iman inilah setiap perbuatan manusia akan memiliki nilai di hadapan Allah SWT dan akan melahirkan kemaslahatan dan kemanfaatan untuk masyarakat sekitar.

Hal ini disampaikan Dr. Nur Rofiah yang merupakan dosen Pasca Sarjana di Institut PTIQ Jakarta, dalam program ngabuburit yang bertajuk “Inspirasi Walisongo; Iman, Ilmu dan Amal” yang ditayangkan melalui kanal YouTube BKNP PDI-P pada Selasa (11/5/2021).

“Dampak dari beriman dengan benar, akan senantiasa melahirkan kemaslahatan-kemaslahatan bagi seluruh manusia dengan cara yang maslahat juga,” jelas Nur Rofiah.

Lebih jauh lagi Nur Rofiah menjelaskan bagaimana hakikat dan harmonisasi dari tigak aspek terpenting ini dalam beragama yang kemudian menjadi tolak ukur baik tidaknya perbuatan orang dalam keseharian.

Konsekuensi dari beriman secara benar adalah akan melahirkan kemaslahatan, baik itu untuk dirinya sendiri atau lingkungan sekitar, tentunya dengan cara yang baik pula.

"Semisal orang berkata saya beriman kepada Allah, itu buktinya apa? misalnya berbuat baik atau beramal shaleh. Dan berbuat baiknya itu harus maslahat untuk dirinya sendiri dan orang lain, tidak dalam artian berbuat bagi orang lain dengan cara dzalim kepada diri sendiri, atau berbuat baik terhadap diri sendiri lantas dzalim kepada orang lain," lanjut Nur Rofiah.

Baca juga: Panduan Salat Idul Fitri saat Pandemi Menurut Kementerian Agama Tahun 2021

Halaman
12

Punya pertanyaan seputar zakat , infaq dan sedekah ? Anda dapat bertanya dan berkonsultasi langsung ke Konsultasi Zakat yang langsung dijawab Baznas (Badan Amil Zakat Nasional)

Kirim pertanyaan Anda ke konsultasi@tribunnews.com

Untuk lebih lanjut kunjung Rubrik Konsultasi Islami Tribunnews.com

Ikuti kami di
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas