Tribun Ramadan

Ramadan 2022

Tips Agar Tetap Kenyang Lama dan Bertenaga Selama Berpuasa di Bulan Ramadan

- Juru Bicara Pemerintah Reisa Broto Asmoro menyebutkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan selama berpuasa.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
zoom-in Tips Agar Tetap Kenyang Lama dan Bertenaga Selama Berpuasa di Bulan Ramadan
bbcgoodfood.com
Tips Agar Tetap Kenyang Lama dan Bertenaga Selama Berpuasa di Bulan Ramadan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah Reisa Broto Asmoro menyebutkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan selama berpuasa.

Paling utama adalah memerhatikan pola hidup sehat.

Pertama adalah selektif pada makanan yang dikonsumsi saat sahur maupun santapan berbuka puasa.

Lalu sediakan waktu beristirahat yang cukup dan olahaga tetap dilakukan secara rutin dan teratur.

Menurut Reisa, sahur dan berbuka memiliki peranan penting dalam pengaturan penuh gizi seimbang.

Baca juga: Amankan Ramadan dan Lebaran, Binda DIY Genjot Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Sederet Manfaat Puasa untuk Kesehatan Tubuh, Diet Alami, Kendalikan Kolesterol hingga Tunda Penuaan

Dan ini harus tetap dilakukan meskipun sedang berpuasa.

"Jadi apa yang kita konsumsi saat sahur itu mempengaruhi kerja tubuh kita selama berpuasa sepanjang hari. Nah tentunya kalau kita ingin kenyang lebih lama, konsisten makanan mengandung banyak serat, sayur dan buah," ungkapnya pada siaran Radio RRI, Selasa (5/4/2022).

Ketiga hal ini dapat membuat lebih kuat dalam menjalani puasanya.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa Brotoasmoro saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Kantor Presiden, Senin (19/10/2020) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa Brotoasmoro saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Kantor Presiden, Senin (19/10/2020) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. (Tim Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19)

Sedangkan jika tubuh lebih banyak konsumsi makanan rendah serat, tinggi lemak jenuh, bisa menyebabkan darah lebih kental.

Akibatnya berisiko alami penyumbatan darah. Dan berdampak pada aliran darah memasok kebutuhan oksigen menjadi berkurang.

Dampak dari hal ini adalah membuat tubuh lebih lemas dan mengantuk berlebihan di siang hari. Reisa pun juga menyarankan mengkonsumsi makanan karbohidrat komplek.

Gorengan juga patut dihindari oleh diabetesi.
ika tubuh lebih banyak konsumsi makanan rendah serat, tinggi lemak jenuh, bisa menyebabkan darah lebih kental. (Shutterstock)

Karena juga dapat memberikan efek kenyang lebih lama atau tidak cepat lapar. Di sisi lain, jika tubuh langsung mengonsusi makanan tinggi gula, energi tidak bertahan lama.

"Saat berbuka, makannya bertahap saja. Dari minum dulu, air mineral. Sedikit makan manis boleh. Buah kurma tiga butir misalnya, lalu mengonsumsi buah-buahan yang segar," papar Reisa lagi.

Ia pun menyarankan untuk tidak makan terlalu banyak di malam hari. Karena bisa berisiko pada kenaikan berat badan.

Reisa pun mengingatkan untuk mengonsumsi makan gizi seimbang di bulan Ramadan.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas