Niat Puasa Ramadhan dan Artinya, Disertai Waktu Mengucapkannya
Bacaan niat puasa Ramadhan dan artinya: Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta'ala.
Penulis:
Sri Juliati
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 2026, pemahaman umat Islam tentang niat puasa menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.
- Niat puasa Ramadhan dibagi menjadi dua jenis, yakni niat puasa setiap malam dan niat puasa sebulan penuh.
- Adapun bacaan niat puasa Ramadhan dan artinya yang dibaca setiap malam: Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta'ala.
TRIBUNNEWS.COM - Niat puasa Ramadan adalah ketetapan hati untuk menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 2026, pemahaman umat Islam tentang niat puasa menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.
Niat bukan sekadar bacaan, melainkan rukun sekaligus syarat sah puasa yang menentukan apakah seseorang menahan lapar dan haus sebagai ibadah atau hanya sebagai rutinitas semata.
Dalil tentang niat terdapat dalam hadis Rasulullah: "Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan (balasan) sesuai dengan apa yang ia niatkan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari hadis ini, kita bisa memahami bahwa niat puasa adalah sesuatu yang tidak boleh diabaikan.
Niat berfungsi sebagai bentuk keteguhan dalam hati untuk menjalankan ibadah puasa karena Allah SWT.
Karena itu, mengetahui makna dan pentingnya niat puasa Ramadan menjadi bagian tak terpisahkan dalam mempersiapkan diri menyambut bulan penuh keberkahan ini.
Niat Puasa Ramadhan dan Artinya
Niat puasa Ramadhan dibagi menjadi dua jenis, yakni niat puasa setiap malam dan niat puasa sebulan penuh.
Adapun bacaan niat puasa Ramadhan dan artinya yang dibaca setiap malam, sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala."
Baca juga: Niat Puasa Ramadhan dalam Tulisan Arab dan Latin, Lengkap dengan Amalan Sunnah saat Sahur
Sementara itu, sebagian ulama berpendapat, boleh berniat puasa untuk sebulan penuh di awal Ramadan.
Pendapat ini memberikan kemudahan bagi mereka yang khawatir lupa berniat setiap malam.
Pendapat ini muncul dari ulama Mazhab Maliki.
Yusuf Qardhawi dalam Fiqh Shiyam mengungkapkan seseorang cukup niat puasa sebulan penuh pada malam pertama Ramadan.
Sehingga tidak perlu memperbarui niat di setiap harinya, dengan alasan satu kesatuan ibadah.
Berikut niat puasa Ramadhan untuk satu bulan penuh dan artinya:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma jami'i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadan tahun ini, wajib karena Allah Ta'ala."
Waktu Mengucapkan Niat Puasa Ramadhan
Secara umum, niat puasa dapat diucapkan secara lisan maupun cukup dalam hati.
Namun, untuk memastikan keabsahan puasa, para ulama menganjurkan untuk mengucapkannya dengan lafaz yang jelas.
Dalam hal puasa Ramadhan, umat Islam wajib melafalkan niat puasa Ramadan sebelum terbit fajar atau pada malam hari.
Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW: "Barang siapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya." (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan An-Nasa'i)
Oleh karena itu, bagi yang akan menjalankan niat puasa Ramadhan, dianjurkan untuk mengucapkannya di malam hari sebelum tidur atau setelah salat Tarawih.
Panduan Mengucapkan Niat Puasa Ramadhan yang Benar
Agar niat puasa sah dan diterima oleh Allah SWT, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan, dikutip dari baznas.go.id:
1. Niat Harus Dilakukan Sebelum Fajar
Pastikan untuk berniat sebelum masuk waktu Subuh, terutama untuk puasa Ramadhan dan qadha.
2. Niat Cukup dalam Hati, tetapi Dianjurkan Dilafalkan
Meskipun niat cukup dalam hati, melafalkannya bisa membantu meningkatkan kekhusyukan dalam ibadah.
3. Jangan Ragu dalam Berniat
Jika ada keraguan dalam hati, segera perbarui niat sebelum waktu Subuh tiba.
4. Pahami Makna Niat yang Diucapkan
Bacaan niat puasa bukan sekadar lafaz, tetapi juga harus dipahami maknanya agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
(Tribunnews.com/Sri Juliati)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.