KH Cholil Nafis Ungkap Awal Mula Dipanggil Kiai di Layar Televisi
Menurutnya, sebutan tersebut muncul bukan karena direncanakan sejak awal, melainkan dari perjalanan hidup yang ia sebut sebagai “kecelakaan”
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Muhammad Zulfikar
“Satu saat saya ketemu dengan Ki Hasyim Muzadi, diminta menemani beliau ngisi ceramah di TV. Nah kebiasaan, itulah saya dipanggil kiai,” ungkapnya.
Baca juga: Sosok Ketua MUI Cholil Nafis, Rekening Yayasannya Diblokir, PPATK: Bukan Kami, tapi Bank
Sebelum itu, Cholil memang kerap tampil di televisi sebagai narasumber. Namun, ia hadir dalam kapasitas akademisi atau ilmuwan yang membahas isu-isu keislaman dan sosial.
“Saya itu ngisi di beberapa stasiun TV memang ngisi, tetapi sebagai ilmuwan. Ada beberapa instansi itu berkenaan dengan keislaman, kesehatan, keluarga berencana, dan seterusnya. Tapi posisi sebagai agamawan, bukan kiai,” ujarnya.
Setelah mendampingi Hasyim Muzadi dalam ceramah di televisi, undangan ceramah datang silih berganti.
Sejak saat itu pula, publik mulai menyematkan panggilan “kiai” kepada dirinya.
“Tapi diajak Ki Hasyim Muzadi untuk ceramah di salah satu TV. Akhirnya saya diundang ceramah di TV itu. Saya akhirnya dipanggil kiai,” katanya.
Bagi KH Cholil Nafis, perjalanan tersebut menjadi pelajaran bahwa jalan hidup sering kali tidak berjalan sesuai rencana.
Baca tanpa iklan