Perlukah Anak Diberi Tambahan Suplemen agar Kuat Puasa? Ini Kata Dokter
Dokter Spesialis Anak di Sol0, Ardi Santoso, menjelaskan anak sehat dengan pola makan baik, tidak selalu perlu suplemen tambahan khusus karena puasa,
Penulis:
Suci Bangun Dwi Setyaningsih
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Memasuki bulan puasa Ramadhan 1447 H, muncul pertanyaan di kalangan orang tua mengenai perlukah anak diberi tambahan suplemen agar kuat menjalani puasa?
Menanamkan kebiasan berpuasa pada anak di Bulan Ramadhan memang dapat dimulai sejak usia dini.
Namun, masing-masing anak memiliki kemampuan berbeda-beda dalam hal menahan lapar dan haus saat berpuasa.
Bagi anak-anak, puasa adalah pengalaman baru yang tidak selalu mudah dijalani.
Oleh sebab itu, diperlukan sejumlah asupan gizi seimbang, dibanding sekadar pemberian suplemen tambahan.
Lantas, perlukah tambahan suplemen saat puasa?
Dokter Spesialis Anak di Klinik Utama Kasih Ibu Sehati Solo, dr. MN Ardi Santoso, SpA, M.Kes, menjelaskan terkait pemberian suplemen pada anak ketika berpuasa.
Menurutnya, tambahan suplemen khusus tidak selalu diperlukan pada anak yang sehat dan sudah mendapatkan asupan gizi seimbang.
"Pada anak sehat dengan pola makan baik, tidak selalu perlu suplemen tambahan khusus karena puasa," katanya kepada Tribunnews, Selasa (17/6/2026).
Namun, Ardi menambahkan, untuk Vitamin D tetap dianjurkan sesuai rekomendasi usia. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah merekomendasikan ±600 IU/hari dengan usia di atas 1 tahun.
Kemudian, zat besi diberikan bila ada indikasi anemia.
Baca juga: Umur Berapa Anak Mulai Dilatih Puasa? Kenali 4 Cara Mengajarkan si Kecil Berpuasa
Sementara itu, pada anak dengan asupan kurang atau kondisi khusus dapat dievaluasi dokter.
Prinsipnya, kata Ardi, suplemen bukan pengganti makanan seimbang.
Tips agar Anak Tidak Gampang Lapar dan Kuat Puasa
Dalam keterangannya, Dokter Ardi juga memberikan tips agar anak tidak gampang lapar ketika berpuasa.
Ia menyarankan, agar anak-anak tidak melewatkan momen sahur.
Pada waktu sahur, orang tua bisa menyiapkan makanan dengan karbohidrat komplek. Misalnya, nasi atau roti gandum.
Berikut tips agar anak tak gampang lapar yang dibagikan Dokter Spesialis Anak, dr. Ardi:
- Sahur jangan dilewatkan
- Pilih karbohidrat kompleks, bukan gula sederhana
- Cukup minum saat malam hari
- Tidur cukup
- Hindari aktivitas fisik berat siang hari
- Latih bertahap (tidak langsung penuh)
Mengajarkan Puasa Ramadan 2026 pada Anak
Bulan Ramadhan adalah waktu istimewa bagi umat Islam yang selalu dinantikan.
Saat ini, umat Islam di Indonesia tengah menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 H.
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI telah mengumumkan jadwal awal puasa yang diputuskan melalui sidang isbat pada Selasa (17/2/2026).
Awal puasa Ramadhan 2026 jatuh pada Kamis (19/2/2026).
Para orang tua dapat mengajarkan anak ketika usia si kecil 7–10 tahun. Tentunya bisa dilakukan secara bertahap (misalnya setengah hari).
Baca juga: Syarat Aman dan Panduan Lengkap bagi Anak dengan DM Tipe 1 yang Ingin Puasa
Secara medis, tidak ada batas usia baku anak berpuasa karena kesiapan anak berbeda-beda. Terpenting, adalah kondisi anak dalam keadaan sehat
Anak-anak dapat belajar berpuasa 3-4 jam dulu untuk perkenalan, kemudian bisa ditingkatkan dengan puasa setengah hari sampai siang ataupun sore hari.
Adapun kewajiban puasa termuat dalam firman Allah SWT, seperti yang disebutkan pada Al-quran.
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS Al-Baqarah: 183).
Namun, puasa tidak diwajibkan bagi anak-anak yang belum mencapai usia baligh atau pubertas. Sebaliknya, jika seseorang sudah mencapai tingkat akil baliqh maka wajib menjalankan ibadah puasa.
(Tribunnews.com/Suci Bangun DS)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.