Apakah Berkata Kasar Membatalkan Puasa? Simak Penjelasannya
Simak penjelasan mengenai apakah berkata kasar dapat membatalkan puasa Ramadan atau tidak.
Penulis:
Nurkhasanah
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Puasa Ramadan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan dan perilaku agar tidak mengurangi pahala.
- Dalam QS. An-Nisa’ ayat 148, Allah SWT menegaskan tidak menyukai perkataan buruk.
- Berkata kasar tidak membatalkan puasa secara fikih, tetapi dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahalanya.
TRIBUNNEWS.COM - Puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan dan perilaku.
Selama menjalankan ibadah puasa, umat Muslim dituntut untuk menahan diri dari segala bentuk perbuatan yang dapat mengurangi nilai pahala.
Termasuk di antaranya menjaga ucapan agar tidak menyakitkan orang lain.
Lantas, apakah berkata kasar membatalkan puasa?
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa’ ayat 148:
يُحِبُّ اللّٰهُ الْجَهْرَ بِالسُّوْۤءِ مِنَ الْقَوْلِ اِلَّا مَنْ ظُلِمَۗ وَكَانَ اللّٰهُ سَمِيْعًا عَلِيْمًا
lâ yuḫibbullâhul-jahra bis-sû'i minal-qauli illâ man dhulim, wa kânallâhu samî‘an ‘alîmâ
Artinya: "Allah tidak menyukai perkataan buruk (yang diucapkan) secara terus terang, kecuali oleh orang yang dizalimi. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Ayat tersebut menegaskan bahwa Allah tidak menyukai ucapan yang buruk atau kasar.
Larangan ini berlaku dalam kehidupan sehari-hari, terlebih saat seseorang sedang menjalankan ibadah puasa.
Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. Hj. Ari Hikmawati, S.Ag., M.Pd juga menyebutkan sabda Rasulullah SAW tentang hal ini.
Rasulullah SAW juga bersabda, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah RA., bahwa siapa saja yang tidak meninggalkan perkataan buruk dan perbuatan tercela, maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makan dan minumnya.
Artinya, ketika seseorang berpuasa tetapi masih berkata kasar atau menyakiti orang lain, maka puasanya terancam menjadi sia-sia.
Baca juga: Bau Mulut saat Puasa? Begini Cara Mudah Mencegahnya
"Rasulullah SAW juga bersabda, dari Abu Hurairah menyebutkan bahwa barang siapa yang tidak bisa meninggalkan perkataan buruk atau mengamalkannya, maka bagi Allah itu tidak butuh ketika dia saat itu tidak makan dan tidak minum."
"Artinya, ketika kita berpuasa, kemudian berbuat sesuatu yang menyakitkan, termasuk berkata kasar di manapun, itu bagi Allah puasanya sia-sia," kata Ari Hikmawati dalam program TANYA USTAZ di YouTube Tribunnews, dikutip Kamis (19/2/2026).
Ari Hikmawati lalu menjelaskan bahwa menjaga perkataan adalah kewajiban setiap Muslim, baik saat berpuasa maupun tidak.
Baca tanpa iklan