Skip Sahur Demi Diet, Dokter Ingatkan Risiko Binge Eating Saat Berbuka Puasa
Ramadan bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga momentum belajar mengatur pola makan dengan lebih sadar dan seimbang.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
Jika terjadi berulang, kondisi tersebut berkontribusi pada gangguan metabolik yang berkaitan erat dengan risiko penyakit jantung.
Rumus 2-4-2 yang Sering Terlupa
Selain pola makan, hidrasi menjadi aspek penting yang sering diabaikan. Standar kebutuhan cairan orang sehat adalah sekitar 2 liter per hari.
Dr. Oqti mengingatkan pentingnya pola minum 2-4-2 selama Ramadan, yaitu dua gelas saat berbuka dan setelah salat magrib, empat gelas di malam hari sebelum tidur, serta dua gelas saat sahur.
Kekurangan cairan saat puasa bisa memperburuk kondisi tubuh dan memengaruhi metabolisme secara keseluruhan.
Puasa sejatinya memberi peluang memperbaiki profil kardio-metabolik.
Namun tanpa pola makan terstruktur, cukup cairan, dan sahur yang seimbang, niat diet saat Ramadan justru bisa berujung pada kenaikan berat badan dan gangguan metabolik.
Ramadan bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga momentum belajar mengatur pola makan dengan lebih sadar dan seimbang.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)