Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ramadan saat Musibah, Menag Ingatkan Hikmah Ujian sebagai Kenaikan Kelas

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat untuk merenungi makna musibah dan penderitaan sebagai bagian dari proses kenaikan martabat manusia.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ramadan saat Musibah, Menag Ingatkan Hikmah Ujian sebagai Kenaikan Kelas
Tribunnews.com/IST
PUASA SAAT BENCANA - Sejumlah anggota Polisi Wanita (Polwan) dari Polres Aceh Tenggara membersamai anak-anak korban bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tenggara, beberapa waktu lalu. Mereka membantu masyarakat dan berupaya melakukan trauma healing pada anak-anak. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat untuk merenungi makna musibah dan penderitaan sebagai bagian dari proses kenaikan martabat manusia. 

Ringkasan Berita:
  • Hikmah puasa  bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga diresapi. 
  • Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat untuk merenungi makna musibah dan penderitaan sebagai bagian dari proses kenaikan martabat manusia.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tak sedikit yang menjalani puasa Ramadan.. Disinilah hikmah puasa  bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga diresapi.

Memasuki hari keenam, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat untuk merenungi makna musibah dan penderitaan sebagai bagian dari proses kenaikan martabat manusia.

Dalam refleksinya bertajuk Berdamailah dengan Musibah, Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa ujian bukanlah sesuatu yang harus ditakuti.

“Di mana ada ujian di situ ada kenaikan kelas.Tanpa ujian sulit menggapai kenaikan kelas,"ungkap Nasaruddin dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026). 

Menurutnya, musibah sejatinya adalah ujian. Dan tanpa ujian, seseorang sulit mencapai tingkat kematangan yang lebih tinggi.

Musibah Bukan Hukuman, Tapi Proses Kenaikan Martabat

Rekomendasi Untuk Anda

Banyak orang melihat musibah sebagai hukuman atau tanda keburukan. Padahal, dalam perspektif spiritual, musibah bisa menjadi jalan peningkatan kualitas diri.

Nasaruddin Umar menekankan bahwa di balik setiap penderitaan ada rahasia Tuhan yang tak mudah ditebak. 

Alquran pun banyak mengajak manusia untuk bersabar, karena musibah dapat menjadi tanda kasih sayang Tuhan.

“Penderitaan atau musibah sesungguhnya adalah ‘surat cinta Tuhan’,"lanjutnya. 

Maknanya, musibah bukan sekadar cobaan yang menyakitkan, tetapi juga undangan untuk lebih dekat kepada Sang Pencipta. 

Saat manusia berada dalam kesulitan, biasanya nama Allah yang pertama kali disebut.

Sebaliknya, ketika diuji dengan kemewahan, jabatan, atau pangkat, manusia justru sering lalai.


Belajar dari Nabi Yusuf dan Nabi Ayyub

Dalam tulisannya, Nasaruddin Umar menyinggung kisah Nabi Yusuf yang memilih penjara daripada mengikuti ajakan yang bertentangan dengan hati nurani.

“Rab al-sijn ahbbu ilaiyya” (Ya Allah penjara aku lebih sukai) (Q.S. Yusuf/12:33).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas