Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Tips Mengatur Jadwal Minum Obat Saat Puasa Ramadan, Ini Panduan dari Kemenkes

Perubahan pola makan yang hanya dilakukan saat sahur dan berbuka tentu memengaruhi ritme tubuh, termasuk dalam hal konsumsi obat.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Tips Mengatur Jadwal Minum Obat Saat Puasa Ramadan, Ini Panduan dari Kemenkes
Tribunnews/M Alivio Mubarak Junior
ILUSTRASI OBAT - Apotek Wahana Paten di kawasan Babelan, Bekasi, Jawa Barat mengungkapkan obat flu memang selalu menjadi salah satu produk yang paling banyak dicari masyarakat setiap hari. Perubahan pola makan yang hanya dilakukan saat sahur dan berbuka tentu memengaruhi ritme tubuh, termasuk dalam hal konsumsi obat. 

Ringkasan Berita:
  • Selama Ramadan, umat Muslim berpuasa sekitar 13–14 jam per hari sehingga jadwal minum obat perlu disesuaikan agar terapi tetap efektif dan aman.
  • Perubahan pola makan saat puasa dapat memengaruhi kerja obat dalam tubuh, sehingga penyesuaian waktu konsumsi harus dilakukan secara hati-hati.
  • Obat yang harus diminum sebelum atau sesudah makan tetap mengikuti aturan jeda waktu, yakni sekitar 30 menit sebelum makan atau 5–10 menit setelah makan sahur maupun berbuka.

TRIBUNNEWS.COM - Saat ini, umat Muslim di seluruh dunia tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan. 

Selama sebulan penuh, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, umat Islam menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang dapat membatalkan puasa. 

Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, memperkuat spiritualitas, serta meningkatkan kepedulian sosial.

Puasa Ramadan berlangsung rata-rata 13–14 jam per hari di Indonesia, tergantung wilayah masing-masing.

Perubahan pola makan yang hanya dilakukan saat sahur dan berbuka tentu memengaruhi ritme tubuh, termasuk dalam hal konsumsi obat.

Bagi orang sehat, perubahan ini mungkin tidak menjadi masalah besar. 

Rekomendasi Untuk Anda

Namun bagi penderita penyakit tertentu, seperti hipertensi, diabetes, gangguan jantung, asma, atau infeksi yang memerlukan antibiotik, pengaturan jadwal minum obat menjadi hal yang sangat penting.

Mengatur ulang waktu minum obat saat puasa tidak bisa dilakukan sembarangan. 

Efektivitas terapi, kestabilan kadar obat dalam darah, serta keamanan pasien harus tetap menjadi prioritas utama.

Panduan dari Kemenkes

Mengutip informasi dari akun Instagram resmi Kementerian Kesehatan RI, @ayosehat.kemkes, terdapat pedoman umum dalam mengatur jadwal minum obat saat berpuasa.

Baca juga: Apakah Berbuka Puasa Harus dengan yang Manis-manis? Ini Penjelasan sesuai Sunnah Nabi

Aturan Dasar Konsumsi Obat

1. Obat 1 Kali Sehari (1x1)

Obat yang diminum satu kali sehari relatif mudah disesuaikan.

Bisa dikonsumsi saat sahur, atau berbuka puasa

Pemilihan waktu biasanya disesuaikan dengan kondisi penyakit dan efek samping obat.

Misalnya, obat yang menyebabkan rasa kantuk lebih baik diminum malam hari.

2. Obat 2 Kali Sehari (2x1)

Untuk obat yang diminum dua kali sehari, jadwal bisa diatur saat sahur dan berbuka puasa

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas