Tips Mengatur Jadwal Minum Obat Saat Puasa Ramadan, Ini Panduan dari Kemenkes
Perubahan pola makan yang hanya dilakukan saat sahur dan berbuka tentu memengaruhi ritme tubuh, termasuk dalam hal konsumsi obat.
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ringkasan Berita:
- Selama Ramadan, umat Muslim berpuasa sekitar 13–14 jam per hari sehingga jadwal minum obat perlu disesuaikan agar terapi tetap efektif dan aman.
- Perubahan pola makan saat puasa dapat memengaruhi kerja obat dalam tubuh, sehingga penyesuaian waktu konsumsi harus dilakukan secara hati-hati.
- Obat yang harus diminum sebelum atau sesudah makan tetap mengikuti aturan jeda waktu, yakni sekitar 30 menit sebelum makan atau 5–10 menit setelah makan sahur maupun berbuka.
TRIBUNNEWS.COM - Saat ini, umat Muslim di seluruh dunia tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Selama sebulan penuh, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, umat Islam menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang dapat membatalkan puasa.
Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, memperkuat spiritualitas, serta meningkatkan kepedulian sosial.
Puasa Ramadan berlangsung rata-rata 13–14 jam per hari di Indonesia, tergantung wilayah masing-masing.
Perubahan pola makan yang hanya dilakukan saat sahur dan berbuka tentu memengaruhi ritme tubuh, termasuk dalam hal konsumsi obat.
Bagi orang sehat, perubahan ini mungkin tidak menjadi masalah besar.
Namun bagi penderita penyakit tertentu, seperti hipertensi, diabetes, gangguan jantung, asma, atau infeksi yang memerlukan antibiotik, pengaturan jadwal minum obat menjadi hal yang sangat penting.
Mengatur ulang waktu minum obat saat puasa tidak bisa dilakukan sembarangan.
Efektivitas terapi, kestabilan kadar obat dalam darah, serta keamanan pasien harus tetap menjadi prioritas utama.
Panduan dari Kemenkes
Mengutip informasi dari akun Instagram resmi Kementerian Kesehatan RI, @ayosehat.kemkes, terdapat pedoman umum dalam mengatur jadwal minum obat saat berpuasa.
Baca juga: Apakah Berbuka Puasa Harus dengan yang Manis-manis? Ini Penjelasan sesuai Sunnah Nabi
Aturan Dasar Konsumsi Obat
1. Obat 1 Kali Sehari (1x1)
Obat yang diminum satu kali sehari relatif mudah disesuaikan.
Bisa dikonsumsi saat sahur, atau berbuka puasa
Pemilihan waktu biasanya disesuaikan dengan kondisi penyakit dan efek samping obat.
Misalnya, obat yang menyebabkan rasa kantuk lebih baik diminum malam hari.
2. Obat 2 Kali Sehari (2x1)
Untuk obat yang diminum dua kali sehari, jadwal bisa diatur saat sahur dan berbuka puasa
Baca tanpa iklan