Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mutiara Ramadan, Hikmah Puasa dari Luqmanul Hakim yang Tertera di Alquran

Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam tulisan di kolom Mutiara Ramadan Tribunnews.com hikmah puasa degan meresapi kisah Luqmanul Hakim.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mutiara Ramadan, Hikmah Puasa dari Luqmanul Hakim yang Tertera di Alquran
Tribunnews/Fahdi Fahlevi
HIKMAH PUASA- Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam tulisan di kolom Mutiara Ramadan Tribunnews.com hikmah puasa degan meresapi kisah Luqmanul Hakim. 

Mutiara Ramadan 

Oleh, Menteri Agama Nasaruddin Umar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam tulisan di kolom Mutiara Ramadan Tribunnews.com mengingatkan hikmah puasa degan meresapi kisah Luqmanul Hakim yang diabadikan menjadi nama salah satu surah dalam Alquran. 

Berikut tulisan Menag berjudul Hikmah Puasa dari Luqmanul Hakim.

Baca juga: Mutiara Ramadan, Menggapai Ketenangan Batin saat Puasa Hari Ketujuh

Luqmanul Hakim  bukan nabi tetapi sangat dipuji oleh Allah SWT. 

Menurut riwayat Ibn Abbas, Luqmanul Hakim seorang manusia biasa yang pekerjaan sehari-harinya pencari kayu bakar di Habsy. Ia bukan nabi, bukan rasul, bukan bangsawan, dan bukan pula ulama besar. Ada riwayat yang menyebutkan ia seorang hakim di zaman Nabi Daud. 

Riwayat lain menyebutkan ia hidup sesudah Nabi Isa sebelum Nabi Muhammad SAW lahir. Ia memiliki banyak kelebihan di balik kesederhanaannya sehingga namanya diabadikan di dalam Alquran sebagai Surah Luqman.

Rekomendasi Untuk Anda


Menurut Ibnu Katsir, nama panjang Luqman ialah Luqman bin Unaqa’ bin Sadun. Ia digambarkan bertubuh pendek dan berhidung mancung dari Nubah dan ada juga yang berpendapat ia berasal dari Sudan.


Suatu saat Luqmanul Hakim masuk ke dalam pasar menaiki seekor himar (keledai), sedangkan anaknya mengikuti dari belakang. Melihat tingkah laku Luqman, ada sekumpulan orang yang berkata: ”Lihatlah orang tua yang tidak punya perasaan, ia keenakan sementara anaknya berjalan kaki”. 

Setelah mendengarkan kata-kata itu, maka Luqman turun dari atas keledai lalu anaknya disuruh naik ke atas keledai, sedangkan ia sendiri berjalan kaki. Melihat kenyataan itu, maka orang-orang pasar kembali mencemoh: “Lihat orang tua itu, ia berjalan kaki sedangkan anaknya keenakan di punggung keledai, sungguh anak itu tidak tahu malu”.

Mendengar itu maka Luqmanul Hakim juga naik keatas keledai bersama-sama anaknya. Orang- orang pasar kembali mencemoh: ”Lihat itu ada dua orang meneaiki seekor keledai, sungguh
menyiksa kedeledai itu”. 

Karena tidak suka mendengar cemohan itu maka Luqmanul Hakim dan anaknya turun dari keledai. Orang-orang pasar kembali mencibir: ”Lihat itu, dua orang berjalan kaki, sedangkan keledai tidak dikendarai”.


Lihatlah bagaimana kayanya Allah SWT menciptakanmanusia dengan berbagai sudut pandang.

Luqmanul Hakim dalam kisah lain juga pernah diperintahkan tuannya untuk menyembelih kambing, lalu tuannya berkata: “Wahai Luqman tolong ambilkan daging terbaik dari kambing yang engkau sembelih”. Lalu Luqmanul Hakim mengambilkan lidah dan hati kambing itu. 

Tuannya berkata, “wahai Luqman tolong ambilkan daging yang terjelek”. Lalu
Luqman mengambil lidah dan hati itu lagi. Lalu tuannya bingung dan bertanya: “Wahai Luqman
mengapa ketika kau kuperintahkan mengambil daging yang terbaik dan terburuk kau
memberikan bagian yang sama yaitu lidah dan hati”, 

Luqman menjawab: ”Wahai tuanku kalaulah lidah dan hati ini baik maka itu lebih bermanfaat dan apabila lidah dan hati ini jelek maka itu lebih jelek dan akan menimbulkan kerusakan. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas