Mutiara Ramadan, Hikmah Puasa dari Luqmanul Hakim yang Tertera di Alquran
Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam tulisan di kolom Mutiara Ramadan Tribunnews.com hikmah puasa degan meresapi kisah Luqmanul Hakim.
Editor:
Anita K Wardhani
Lidah dan hati dianalogikan dengan organ manusia yang sangat menentukan itu.
Pengalaman Lukmanul Hakim di atas terkandung banyak pelajaran berharga bagi kita. Diantaranya betapa subyektifnya penilaian manusia, sehingga apapun yang dilakukan seseorang bisa dilihat sudut-sudut negatifnya.
Agaknya mustahil kita bisa memenuhi seluruh harapan dan kehendak masyarakat, apalagi kalau masyarakat itu majmuk dan heterogen di dalam waktu bersamaan. Jika kita ingin memperbaiki situasi, maka masyarakat harus istiqamah di atas tataran nilai luhur yang banyak disepakati orang. Berpegang teguh pada aturan yang standar akan mengurangi risiko kehidupan.
Dalam kisah Lukman dalam Alquran, juga sarat dengan pelajaran penting, antara lain;
- tidak boleh mempersekutukan Allah (QS 31:13)
- berbuat baik kepada kedua orang tua suatu keniscayaan (QS 31:14)
- selalu sadar bahwa kita selalu di dalam pengawasan Allah (QS 31:16)
- anjuran untuk selalu mendirikan shalat (QS 31:17)
- senantiasa berbuat kebajikan (QS 31:17)
- menjauhi kemungkaran (QS 31:17)
- selalu sabar menghadapi cobaan dan ujian (QS 31:17)
- selalu menghindari kesombongan (QS 31:19).
Jika keseluruhan nasehat dan pelajaran di atas diinternalisasikan ke dalam perinsip hidup kita makan yakin hidup kita pasti tenang dan damai. Mari kita mengambil pelajaran berharga dari kisah hidup Luqmanul Hakim.