Fadhilah Puasa Hari ke-13 Ramadhan 1447 H/ 2026 M, Ini Keutamaan & Bacaan Doanya
Fadhilah Puasa hari ke-13 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT mencatat bagi kalian pahala seperti pahala ibadah penduduk Mekkah dan Madinah.
Penulis:
Muhammad Alvian Fakka
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ringkasan Berita:
- Fadhilah Puasa hari ke-13 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT mencatat bagi kalian pahala seperti pahala ibadah penduduk Mekkah dan Madinah.
- Allah SWT juga akan memberi kalian syafaat sejumlah bebatuan dan bongkahan tanah liat yang ada di antara Mekkah dan Madinah.
- Orang yang menunaikan puasa hari ke-13 Ramadhan 1447 H ketika kiamat, selamat dari segala resiko.
TRIBUNNEWS.COM - Hari ini Selasa, 3 Maret 2026, umat Islam di Indonesia telah memasuki hari ke-13 pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah.
Penetapan hari ke-13 puasa ini merujuk pada hasil sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).
Memasuki pertengahan bulan suci, semangat untuk menjaga kualitas ibadah menjadi semakin penting agar keutamaan Ramadhan dapat diraih secara maksimal.
Bulan yang penuh berkah ini bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan emas untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak amal saleh.
Ramadhan dikenal sebagai bulan yang memiliki keistimewaan luar biasa dibandingkan bulan lainnya.
Pada bulan ini, Allah SWT membuka pintu rahmat dan ampunan selebar-lebarnya bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam beribadah.
Puasa diwajibkan kepada setiap Muslim yang memenuhi syarat, dan pahala dari setiap amal kebaikan dilipatgandakan.
Memasuki hari ke-13 Ramadhan 1447 H, umat Islam dianjurkan untuk semakin memperkuat niat dan menjaga adab selama berpuasa.
Keutamaan atau fadhilah puasa di hari-hari Ramadhan dapat menjadi penyemangat agar iman tetap kokoh serta ibadah yang dijalankan semakin berkualitas.
Puasa bukan hanya melatih ketahanan fisik, tetapi juga membentuk kedewasaan spiritual dan pengendalian diri.
Melalui ibadah puasa, manusia dididik untuk mencapai derajat takwa, yang menjadi tujuan utama dari seluruh rangkaian ibadah di bulan Ramadhan.
Besarnya nilai puasa Ramadhan ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis sahih:
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca juga: Tradisi Berbagi Saat Ramadan, Hanta Yuda Rasyid Salurkan 1.000 Santunan untuk Pahlawan Lingkungan
Hadis tersebut menunjukkan bahwa puasa yang dijalankan dengan penuh keimanan dan keikhlasan akan mendatangkan ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.
Oleh karena itu, mengetahui dan memahami fadhilah puasa pada hari ke-13 Ramadhan diharapkan dapat memotivasi setiap Muslim untuk terus meningkatkan kualitas ibadahnya.
Memasuki pertengahan Ramadhan 2026 ini, umat Islam dianjurkan memanfaatkan setiap waktu dengan memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta melakukan berbagai amalan kebaikan lainnya.
Sisa hari di bulan suci dapat dijalani dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan, sehingga keberkahan Ramadhan benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari.
Fadhilah Puasa Hari ke-13 Ramadhan 1447 H dan Pahalanya
Berdasar pemahaman dari Kitab "Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah", tentang keutamaan bulan Ramadhan yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi.
Keutamaan Puasa hari ke-13 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT mencatat bagi kalian pahala seperti pahala ibadah penduduk Mekkah dan Madinah.
Allah SWT juga akan memberi kalian syafaat sejumlah bebatuan dan bongkahan tanah liat yang ada di antara Mekkah dan Madinah.
Kemudian orang yang menunaikan puasa hari ke-13 Ramadhan 1447 H ketika kiamat, selamat dari segala resiko.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Thib Raya dalam taushiyahnya menjelaskan tentang hadis Rasulullah SAW ketika umat Islam memasuki bulan Ramadhan 1447 H.
Rasulullah lalu menjelaskan: “Sesungguhnya surga telah berhias diri untuk Ramadhan sejak awal tahun hingga akhir tahun (sepanjang tahun), hingga ketika sampai di hari pertama bulan Ramadhan bertiuplah angin dari bawah Arasy menghempaskan dedaun taman-taman di surga, lalu para bidadari memperhatikan apa terjadi pada dedaunan itu, lalu mereka berkata: “Wahai Tuhan, jadikanlah bagi kami dari hamba-hamba-Mu pada bulan ini pasangan-pasangan kami, yang kami sangat menyukai mereka, dan mereka pun menyukai kami.
Lalu Rasulullah bersabda: “Maka tidak ada yang didapat oleh seorang hamba yang berpuasa, kecuali dipasangkan oleh Allah dengan pasangan isteri yang berasal dari bidadari itu di dalam sebuah kemah (rumah) yang terbuat dari mutiara yang indah dari apa yang telah Allah berikan, yaitu (bidadari-bidarai yang jelita, putih bersih, yang dipingit di dalam kemah-kemah, sebagaimana yang disebutkan oleh Allah di sdalam QS. Al-Rahman [55]: 72).
“Dan setiap perempuan dari biadadari itu memiliki 70 pakaian, yang warna pakaian itu tidak akan pernah sama dengan warna dari pakaian mana pun yang ada. Perempuan itu juga memiliki 70 macam wangi-wangian, yang harumnya tidak akan pernah dengan harumnya wangian manapun,” ucap Ahmad Thib Raya, dikutip dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Jakarta, Selasa (3/3/2026).
"Setiap perempuan dari bidadari itu memiliki 70 tempat tidur yang terbuat dari mutiara yang berwarna merah yang dihiasai dengan permata-permata yang indah, dan di atas setiap tempat tidur itu terdapat 70 permadani, yang sebelah dalamnya terbuat dari sutra yang sangat bagus, dan di atas 70 permadani itu terdapat 70 sofa," lanjutnya.
Bacaan Doa Hari ke-13 Ramadhan 1447 H
اللَّهُمَّ طَهِّرْنِي فِيْهِ مِنَ الدَّنَسِ وَالْأَقْدَارِ وَ صَبَرْنِي فِيْهِ عَلَى كَائِنَاتِ الْأَقْدَارِ وَ وَفَقْنِي فِيهِ لِلتَّقَى وَ صُحْبَةِ الْأَبْرَارِ بِعَوْنِكَ يَا قُرَّةَ عَيْنِ الْمَسَاكِينِ
Latin:
Allâhumma thahhirnî fihi minaddanasi wal aqdzâr wa sabbirnî fihi 'ala kâinâtil aqdâri wawaffiqnî fihi littuqâ wa suhbatil abrâr bi'aunika yâ qurrata 'ainil masâkîn
Artinya "Ya Allah! Mohon sucikanlah diri kami di bulan ini dari segala nista dan perbuatan keji. Berilah aku kesabaran atas apa yang telah Engkau tetapkan. Anugerahkan kepada kami ketakwaan dan persahabatan dengan orang-orang yang baik dengan pertolongan-MU, Wahai cahaya hati orang-orang yang miskin."
Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan, termasuk ketika seorang Muslim memperbanyak ibadah sejak malam pertama:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin:
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini menunjukkan inti dari Ramadan itu sendiri, yaitu permohonan ampun. Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penyucian diri.
Keutamaan doa selama Ramadan tidak terbatas pada malam pertama saja. Hadits Nabi SAW sendiri menekankan pentingnya doa dan ibadah sepanjang bulan.
Berdoa dengan penuh keyakinan dan harapan kepada Allah akan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Allah Maha Pendengar bagi hamba yang memohon dengan hati yang tulus.
Sebagaimana hadits menyatakan bahwa siapa pun yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan keyakinan akan pahala dari Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni.
Hadits ini menunjukkan bahwa Ramadan adalah waktu tepat untuk memohon ampunan, memperbaiki diri, dan menata kembali kehidupan spiritual.
Rasulullah SAW juga menganjurkan memperbanyak doa sepanjang Ramadan.
Dalam hadis sahih disebutkan bahwa siapa yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Hadis ini menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk bermunajat dan memperbanyak istigfar.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan 1447 H
Dalam buku Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah terbitan Pustaka Muslim, disebutkan sebenarnya tidak ada tuntutan untuk melafalkan niat puasa.
Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, "Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama".
Namun, beberapa kalangan percaya niat puasa harus dilafalkan.
Berikut bacaan niat puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala."
(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.