Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pesan Napi Narkoba Jakarta Ramdani: Jangan Terjerumus Narkotika, Kami Ditegur Allah agar Bertaubat

Bagi Ramdani, sel isolasi dari dunia luar ini justru menjadi madrasah tempatnya menata kembali kepingan hidupnya yang sempat hancur.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pesan Napi Narkoba Jakarta Ramdani: Jangan Terjerumus Narkotika, Kami Ditegur Allah agar Bertaubat
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda Prasetia
KESEHARIAN DI LAPAS - Ramdani, Warga Binaan Pemasyarakatan Narkoba Kelas IIA Jakarta (kiri) saat wawancara dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra di Lapas Narkoba Kelas IIA Jakarta, Senin (2/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Ramdani, seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, menjadikan masa hukumannya sebagai kesempatan untuk menata kembali hidup. 
  • Berbeda dengan narapidana lain yang memilih olahraga atau pelatihan keterampilan, ia mendedikasikan waktunya sebagai pengurus masjid Lapas dan membimbing rekan-rekan dalam program Santri Lapas. 
  • Selama tiga tahun menjalani hukuman, Ramdani mengakui hidup bersama ribuan orang dengan latar belakang kriminal kerap memicu stres.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menyatukan ribuan kepala dengan berbagai karakter dan latar belakang kriminal dalam satu tempat bukanlah perkara mudah. Gesekan demi gesekan kerap terjadi. 

Namun, bagi Ramdani, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, sel isolasi dari dunia luar ini justru menjadi madrasah tempatnya menata kembali kepingan hidupnya yang sempat hancur.

Berbeda dengan sebagian narapidana yang memilih menghabiskan waktu dengan berolahraga atau mengikuti pelatihan keterampilan (bengkel kerja), Ramdani memilih jalan berbeda.

Ia mendedikasikan seluruh waktunya untuk menjadi pengurus masjid Lapas dan membimbing rekan-rekan sesama narapidana yang tergabung dalam program ‘Santri Lapas’.

Sudah genap tiga tahun Ramdani menghuni Lapas Narkotika Jakarta. 

Dalam wawancaranya dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, Ramdani mengakui bahwa hidup bersama ribuan orang bermasalah kerap memicu stres tersendiri.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, ia justru menemukan ‘obat’ yang mujarab di rumah ibadah.

"Kita beradaptasi dengan begitu banyak orang itu nggak mudah. Untuk menyatukan semua pikiran manusia, apalagi di sini notabenenya orang bermasalah semua. Kadang ada gesekan di antara para napi, itu wajar. Makanya tempat yang paling tenang tentunya ya di masjid. Masjid adalah tempat untuk menyatukan pikiran dan menenangkan hati kita semua," kata Ramdani, Senin (2/3/2026).

Dia pun membagikan kisah kehidupan malam hari di Lapas Narkotika Jakarta yang sangat jauh dari kata santai. Otoritas Lapas memang melarang keras keberadaan televisi di dalam kamar sel. 

Sebagai gantinya, Ramdani dan ke-17 teman satu selnya menghabiskan waktu dengan jadwal kajian agama yang sangat terstruktur.

"Setiap hari Senin itu ada pelajaran Fikih di kamar masing-masing. Hari Selasa pelajaran Tajwid, Rabu pelajaran Hadis, Kamis kita libur untuk kegiatan Yasinan dan Tahlil, Jumat pelajaran Akidah, dan Sabtu pelajaran Sejarah. Semua diajarkan oleh Kiai dari luar Lapas, lalu kita review dan sampaikan ulang di kamar masing-masing," jelas pria yang divonis 9 tahun atas kasus narkotika ini.

Memasuki bulan Ramadan, intensitas ibadah makin ditingkatkan. Mulai dari bangun pukul 3 pagi untuk salat Tahajud, Sahur bersama di dalam kamar, hingga tadarus bergilir.

Namun, ada satu momen yang selalu menjadi ujian terberat bagi para narapidana, yakni Hari Raya Idulfitri. Sebab, bertemu keluarga adalah kemewahan yang dinantikan. 

Terlebih, jumlah napi mencapai lebih dari 2.000 orang, kunjungan keluarga harus digilir selama tiga hari berturut-turut, dengan durasi pertemuan hanya sekitar 30 menit.

"Saat momen Idulfitri seperti itu kita lebih banyak merenung dan bersyukur. Walaupun di dalam penjara, Allah masih berikan kesempatan pada kita untuk memperbaiki diri," tambah Ramdani.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas