Syarat Wajib Puasa Ramadan, Lengkap dengan Rukun dan Hal yang Membatalkan
Simak syarat wajib puasa Ramadan, lengkap dengan rukun dan hal-hal yang membatalkannya.
Penulis:
Nurkhasanah
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Puasa berarti menahan diri dari segala hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat karena Allah SWT.
- Dalam pelaksanaannya, puasa memiliki ketentuan berupa syarat wajib dan syarat sah yang perlu dipahami setiap Muslim.
- Memahami perbedaan keduanya dinilai penting agar ibadah puasa yang dilakukan tidak hanya terlaksana, tetapi juga sah dan bernilai di sisi Allah SWT.
TRIBUNNEWS.COM - Puasa merupakan rukun Islam yang ketiga.
Menurut bahasa, puasa berarti menahan diri.
Sedangkan menurut istilah, puasa adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat karena Allah SWT.
Dalam pelaksanaannya, ibadah puasa memiliki ketentuan yang perlu dipahami setiap Muslim, yakni adanya syarat, rukun, dan sunnah.
Syarat puasa sendiri terbagi menjadi dua, yaitu syarat wajib dan syarat sah.
Syarat wajib berkaitan dengan siapa saja yang diwajibkan menjalankan puasa, sedangkan syarat sah menentukan apakah puasa yang dijalankan dinilai sah menurut syariat.
Memahami perbedaan keduanya dinilai penting agar ibadah puasa yang dilakukan tidak hanya terlaksana, tetapi juga sah dan bernilai di sisi Allah SWT.
Lantas, apa saja yang menjadi syarat wajib dan sahnya puasa?
Syarat Wajib Puasa
Mengutip Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III yang ditulis oleh Moh. Ghozali dan Erwin Wasti terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Cetakan Pertama tahun 2021, puasa Ramadan diwajibkan bagi seseorang yang memenuhi kriteria berikut:
- Baligh
- Islam
- Berakal
- Mampu
Anak-anak yang belum baligh tidak diwajibkan berpuasa, namun dianjurkan untuk belajar berpuasa sebagai latihan ibadah sejak dini.
Baca juga: Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar, Malam Kemuliaan di Bulan Ramadan
Syarat Sah Puasa
Selain syarat wajib, terdapat syarat sah agar puasa diterima secara syariat, meliputi:
- Beragama Islam;
- Tamyiz atau orang yang dapat membedakan antara yang baik dan tidak baik;
- Suci dari haid dan nifas bagi perempuan;
- Pada waktu yang dibolehkan berpuasa. Beberapa waktu yang tidak dibenarkan berpuasa, seperti hari raya Idul Fitri, Idul Adha dan hari Tasyriq.
Memenuhi syarat sah merupakan bagian penting dari niat, syarat, dan rukun puasa agar ibadah tidak sia-sia.
Rukun Puasa
Rukun puasa adalah unsur pokok yang harus ada dalam pelaksanaan puasa.
Tanpa rukun ini, puasa tidak sah.
Berikut ini hal yang menjadi rukun puasa: