Puasa Ramadan Latih Keikhlasan, Jangan Sampai Gugur
KH Muhammad Muhlasin menegaskan puasa Ramadan menjadi madrasah keikhlasan bagi setiap muslim.
Penulis:
Widya Lisfianti
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Ringkasan Berita:
- Puasa disebut sebagai ibadah rahasia yang melatih keikhlasan.
- Amal tanpa niat karena Allah dinilai sia-sia dan berpotensi riya.
- Hadis Nabi menegaskan amal tetap dicatat meski tak dilihat manusia.
TRIBUNNEWS.COM - Ibadah puasa di bulan suci Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga.
Puasa juga menjadi sarana pembinaan spiritual untuk membentuk keikhlasan seorang muslim.
Hal tersebut disampaikan KH Muhammad Muhlasin, Pengasuh Pondok Pesantren Al Izzah Balikpapan, dalam program Mutiara Ramadhan 2026 bertajuk Ikhlas: Amal Besar yang Bisa Gugur Tanpa Kita Sadari.
Tayangan tersebut dipublikasikan melalui kanal YouTube Tribunnews pada Selasa, 3 Maret 2026.
Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan bahwa puasa merupakan “madrasah” yang mendidik umat Islam agar menjadi hamba yang mukhlis, yakni beramal semata-mata karena Allah Subhanahu wa taala.
Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 183 yang menjelaskan kewajiban puasa bagi orang-orang beriman agar mencapai derajat takwa.
Menurutnya, ayat tersebut menegaskan bahwa puasa hanya dapat dijalankan secara hakiki oleh mereka yang benar-benar beriman.
Ibadah yang Tak Terlihat Manusia
Puasa disebut sebagai ibadah yang bersifat sirri atau rahasia.
Seseorang bisa saja makan sahur dan berbuka bersama orang lain, tetapi hakikat berpuasa hanya diketahui oleh diri sendiri dan Allah.
Karena itu, puasa menjadi latihan kejujuran dan keikhlasan.
Baca juga: Rahasia Manfaat Puasa bagi Diabetes: Dari Insulin Lebih Sensitif hingga Lemak Visceral Turun
Setiap amal kebaikan, baik yang bersifat ritual maupun sosial, harus dilandasi niat lillahi taala.
Ia mencontohkan dalam salat, niat selalu ditegaskan dilakukan karena Allah.
Demikian pula dalam doa iftitah yang berisi pernyataan bahwa salat, ibadah, hidup, dan mati semata-mata untuk Allah.
Amal Bisa Gugur Tanpa Disadari
Dalam kajiannya, ia mengingatkan bahwa amal kebaikan yang dilakukan demi pujian, pengakuan, atau eksistensi pribadi termasuk dalam kategori syirik kecil (syirkul asghar).
Perbuatan tersebut dapat menggugurkan nilai amal di sisi Allah.
Baca tanpa iklan