Jadwal Imsakiyah di Kota Pangkalpinang Jumat, 6 Maret 2026
Jadwal imsakiyah menjadi acuan penting dalam mengatur aktivitas selama Ramadan, termasuk untuk warga Pangkalpinang.
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Garudea Prabawati
TRIBUNNEWS.COM - Bulan Ramadan adalah waktu yang penuh makna bagi umat Islam di seluruh dunia.
Di bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk hidup, dan setiap Muslim yang telah baligh serta mampu diwajibkan menjalankan ibadah puasa.
Puasa Ramadan berarti menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Namun, puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga melatih pengendalian diri, memperkuat ketakwaan, serta menumbuhkan empati terhadap sesama.
Agar ibadah puasa berjalan sesuai tuntunan syariat, ketepatan waktu menjadi hal yang sangat penting.
Di sinilah peran jadwal imsakiyah.
Imsakiyah adalah panduan waktu harian yang memuat informasi imsak, waktu sholat lima waktu, hingga waktu berbuka puasa.
Waktu imsak menjadi pengingat agar umat Islam berhenti makan dan minum sebelum Subuh, sementara azan Maghrib menandai saat berbuka.
Jadwal imsakiyah menjadi acuan penting dalam mengatur aktivitas selama Ramadan, termasuk untuk warga Pangkalpinang.
Dengan mengetahui waktu yang akurat, umat Muslim dapat mempersiapkan sahur dengan tenang, menjalankan salat tepat waktu, dan berbuka sesuai syariat.
Jadwal Imsakiyah di Kota Pangkalpinang Jumat, 6 Maret 2026 / 16 Ramadan 1447 H
Baca juga: Puasa Kata, Puasa Dusta: Menjaga Lisan dan Tulisan di Bulan Ramadhan
Mengutip dari kanal Ramadan Kebaikan Melokal, berikut rincian waktu imsak dan sholat:
- Imsak: 04.38 WIB
- Subuh: 04.48 WIB
- Dhuha: 06.27 WIB
- Zhuhur: 12.10 WIB
- Ashar: 15.17 WIB
- Maghrib: 18.14 WIB
- Isya: 19.23 WIB
Dengan jadwal tersebut, imsak di Pangkapinang jatuh pada pukul 04.38 WIB.
Kemudian adzan subuh yaitu pada 04.48 WIB.
Niat Puasa Ramadan Harian
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hâdzihis sanati lillāhi ta‘ālā.