Fadhilah Sholat Tarawih Malam ke-18 Ramadhan 1447 H, Simak Keutamaan Tarawih
Malam ke-18 Ramadhan 1447 H jatuh Sabtu malam, 7 Maret 2026. Ini fadhilah sholat tarawih menurut kitab Durratun Nasihin.
Penulis:
Widya Lisfianti
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Penetapan ini menjadi acuan bagi umat Islam di Indonesia dalam menjalankan ibadah puasa serta berbagai amalan yang dianjurkan selama bulan suci.
Berdasarkan perhitungan kalender hijriah, malam ke-18 Ramadhan 1447 H jatuh pada Sabtu malam, 7 Maret 2026, atau malam menjelang tanggal 18 Ramadhan.
Pada malam tersebut, umat Islam dianjurkan untuk tetap melaksanakan sholat tarawih sebagaimana malam-malam sebelumnya selama bulan Ramadhan.
Sholat tarawih merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah sholat Isya dan menjadi salah satu amalan khas di bulan Ramadhan.
Dalam sejumlah literatur keislaman, terdapat penjelasan mengenai keutamaan sholat tarawih pada setiap malam Ramadhan.
Salah satu rujukan yang kerap disebut adalah kitab Durratun Nasihin.
Kitab tersebut memuat penjelasan tentang berbagai fadhilah atau keutamaan sholat tarawih dari malam pertama hingga malam ke-30 Ramadhan.
Meski demikian, penjelasan dalam kitab tersebut tidak seluruhnya berasal dari hadits yang kuat.
Karena itu, ulama menjelaskan bahwa keterangan tersebut lebih tepat dipahami sebagai motivasi bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah selama bulan Ramadhan.
Baca juga: Fadhilah Tarawih Malam 1-30 Ramadan, Ini Keutamaannya
Berikut fadhilah sholat tarawih pada malam ke-18 Ramadhan sebagaimana disebutkan dalam kitab tersebut:
Malam ke-18: Malaikat menyeru bahwa Allah telah meridhai hamba yang melaksanakan sholat tarawih, serta meridhai kedua orang tuanya.
Keutamaan ini menggambarkan pentingnya menjaga konsistensi ibadah selama Ramadhan. Melaksanakan sholat tarawih secara rutin dapat menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Selain itu, berbagai keterangan mengenai keutamaan tarawih juga dapat menjadi dorongan spiritual bagi umat Islam agar tetap semangat menjalankan ibadah hingga akhir Ramadhan.
Berikut merupakan keutamaan Shalat Tarawih malam 1 sampai dengan malam 30 yang terdapat dalam Kitab Durratun Nasihin:
- Malam 1: Pada malam pertama, dosa orang mukmin (yang melakukan tarawih) akan keluar seperti ketika ibunya melahirkan ia ke dunia.
- Malam 2: Pada malam kedua, orang yang sholat tarawih akan diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya jika keduanya mukmin.
- Malam 3: Pada malam ketiga, malaikat di bawah Arasy berseru: mulailah melakukan amal kebaikan, maka Allah akan mengampuni dosamu yang telah lalu.
- Malam 4: Pada malam keempat, dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala seseorang yang membaca kitab Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Quran.
- Malam 5: Pada malam kelima, Allah memberikan pahala seperti pahala seseorang yang shalat di Masjidil Haram, Masjid Madinah, dan Masjidil Aqsha.
- Malam 6: Pada malam keenam, Allah memberikan pahala seperti pahala malaikat yang tawaf di Baitul Makmur dan setiap batu dan tanah pun memintakan ampunan untuknya.
- Malam 7: Pada malam ketujuh, seakan-akan menemui zaman Nabi Musa AS dan menolongnya dari serangan Fir'aun dan Haman.
- Malam 8: Pada malam kedelapan, Allah memberi anugerah sebagaimana anugerah yang telah diberikan kepada Nabi Ibrahim.
- Malam 9: Pada malam kesembilan, seakan-akan beribadah kepada Allah sebagaimana ibadahnya para nabi.
- Malam 10: Pada malam kesepuluh, Allah akan memberikan kebaikan yang lebih baik di dunia maupun di akhirat.
- Malam 11: Pada malam kesebelas, kelak ia akan meninggal dunia seperti keadaan di mana ia baru dilahirkan dari perut ibunya.
- Malam 12: Pada malam kedua belas, pada saat hari kiamat wajahnya bersinar bagaikan bulan di malam purnama.
- Malam 13: Pada malam ketiga belas, pada saat hari kiamat ia akan selamat dari segala macam keburukan.
- Malam 14: Pada malam keempat belas, malaikat menjadi saksi bahwa ia melakukan sholat tarawih. Maka Allah tidak akan menghisabnya kelak di hari kiamat.
- Malam 15: Pada malam kelima belas, para malaikat, malaikat penyangga Arsy, dan para malaikat penjaga kursi kerajaan langit akan memintakan ampunan untuknya.
- Malam 16: Pada malam keenam belas, Allah mencatat kebebasan selamat dari neraka dan kebebasan masuk surga baginya.
- Malam 17: Pada malam ketujuh belas, akan diberi pahala sebagaimana pahala para nabi.
- Malam 18: Pada malam kedelapan belas, malaikat berkata: wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah telah meridhoimu dan kedua orang tuamu.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan