Jadwal Imsakiyah Kota Samarinda Sabtu, 7 Maret 2026
Berikut jadwal imsakiyah untuk wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Jumat, 6 Maret 2026.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Febri Prasetyo
Istilah mindfulness memang sedang tren. Namun secara konsep, mindfulness adalah sikap untuk terhubung sepenuhnya dengan kondisi saat ini atau present moment.
“Mindfulness itu sebenarnya kalau didefinisikan itu semacam sikap. Sebuah sikap di mana seseorang itu lebih untuk terhubung dengan kondisi saat ini atau present momentnya,"ungkapnya pada live streaming Healthy Talk di kanal YouTube Tribun Health, Selasa (3/3/2026).
Mindfulness berarti memberi perhatian penuh pada apa yang sedang dialami, baik secara fisik maupun emosional, tanpa penghakiman.
Saat puasa, sensasi lapar, haus, atau lemas menjadi pengalaman yang disadari sepenuhnya.
Seseorang bisa melakukan body scanning, menyadari napas, merasakan sensasi di tubuh, hingga mengenali bunyi perut tanpa langsung bereaksi.
Proses ini membuat seseorang belajar mengobservasi, bukan menghakimi.
Ketika rasa lapar muncul, ia tidak langsung berpikir negatif atau impulsif. Ia mengakui, “Ada rasa lapar,” lalu memprosesnya secara sadar.
Puasa Aktifkan Prefrontal Cortex dan Latih Self-Control
Dalam kondisi sadar tersebut, sensasi yang muncul akan diproses di bagian otak bernama prefrontal cortex, yaitu pusat pengambilan keputusan dan kontrol diri.
Alih-alih langsung bereaksi, otak diberi waktu untuk mempertimbangkan pilihan: makan sekarang atau menunggu waktu berbuka. Proses inilah yang melatih fleksibilitas kognitif.
“Karena dari latihan-latihan seperti itu, orang akan lebih sadar dengan kondisinya yang terjadi. Juga menunda untuk langsung bereaksi," lanjutnya.
Menunda respons berarti memberi ruang pada otak untuk berpikir. Dari situ, seseorang memiliki lebih banyak opsi dan mampu memilih tindakan sesuai nilai yang dianutnya.
Self-control yang terlatih ini berdampak besar. Emosi menjadi lebih stabil, keputusan lebih matang, dan perilaku lebih adaptif dalam kehidupan sosial.
Reset Dopamine di Era Instant Reward
Dr. Indah menyoroti bahwa kehidupan modern membuat sistem reward dopamine di otak terlalu sering terpapar kepuasan cepat. Hal ini bisa memicu perilaku impulsif hingga adiktif.