Doa Malam Lailatul Qadar, Malam Mulia yang Penuh Ampunan Allah SWT
Pada 10 malam terakhir Ramadan, muslim dianjurkan memperbanyak doa untuk mendapatkan Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih naik dari seribu bulan.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Pada malam itu para malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun ke bumi dengan izin Allah untuk mengatur berbagai urusan dan membawa kedamaian hingga terbit fajar.
(1) إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (2) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (3) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (4) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (5) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Artinya: "(1) Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. (2) Dan tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? (3) Malam Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. (4) Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. (5) Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar." (QS. Al-Qadr: 1–5)
Selain dalam Surah Al-Qadr, peristiwa turunnya Al-Qur’an juga disebutkan dalam Surah Ad-Dukhan ayat 3 yang menyebut malam turunnya Al-Qur’an sebagai lailatin mubarakatin, yaitu malam yang penuh berkah.
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ
Artinya: "Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi, dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan." (QS. Ad-Dukhan: 3)
Kedua ayat ini, Surah Al-Qadr ayat 1–5 dan Ad-Dukhan ayat 3, sama-sama menjelaskan turunnya Al-Qur’an pada malam yang istimewa, meskipun menggunakan istilah yang berbeda.
Para ulama kemudian memahami bahwa malam yang penuh berkah tersebut merujuk pada Lailatul Qadar, yaitu malam yang memiliki keutamaan besar bagi umat Islam.
Karena waktu pasti Lailatul Qadar tidak disebutkan secara jelas, para ulama hanya memberikan perkiraan berdasarkan penafsiran.
Misalnya ada pendapat yang menyebut malam ke-27 Ramadan sebagai kemungkinan terjadinya Lailatul Qadar.
Namun demikian, Islam tidak menganjurkan umatnya hanya beribadah pada satu malam tertentu saja.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan agar tidak melewatkan malam yang penuh kemuliaan tersebut.
Amalan Malam Lailatul Qadar
Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah pada bulan Ramadan.
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama menjelaskan amalan yang dapat dilakukan pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.
1. Sholat Berjamaah
Amalan pertama yang dapat dilakukan adalah menghidupkan qiyamul lail dengan shalat isya, tarawih, dan witir serta shalat subuh berjamaah.
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa menghidupkan malam Lailatul Qadar (dengan beribadah) karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari)
2. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Ramadan merupakan bulan ketika Allah SWT menurunkan Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira.
Baca tanpa iklan