Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Puasa dan Hakikat Silaturahim, Bagaimana Jika Memaafkan Tapi Tak Bisa Lupakan Kesalahan Orang Lain?

Puasa diharapkan juga untuk menggapai kekuatan silaturrahim.  Saling jabat tangan merangkai kata maaf.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Puasa dan Hakikat Silaturahim, Bagaimana Jika Memaafkan Tapi Tak Bisa Lupakan Kesalahan Orang Lain?
Freepik
ilustrasi salaman Puasa diharapkan juga untuk menggapai kekuatan silaturrahim.  

Mutiara Ramadan Hari ke-19 

Oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Puasa diharapkan juga untuk menggapai kekuatan silaturrahim. 

Hal ini diingatkan Menteri Agama Nasaruddin Umar melalui tulisannya di Mutiara Ramadan Tribunnews.com. 

Kata Nabi, silaturrahim memperpanjang umur. Pernyataannya yang lain, silaturrahim memperbanyak rezki. 

Dari kedua hadis ini tersirat sesuatu yang luar biasa, seolah-olah Allah SWT membukakan rahasianya kepada kita. 

Bukankah umur dan rezki menurut ayat dan hadis merupakan rahasia dan ditentukan langsung oleh Allah SWT. Ada orang kaya yang sakit berikhtiyar sampai keliling dunia mencari dokter superspesialis tetapi nyawanya tidak tertolong. 

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara ada orang miskin terdera cancer ganas bertahun-tahun masih tetap menjalankan aktivitas rutinnya. 

Ada orang mandi keringat setiap hari mencari rezki tetapi pendapatannya pas-pasan. 

Sementara ada orang sekali menggores tandatangan datang rezki bermiliar-miliar. Inilah tantangan kita di masa depan yang harus dituntaskan.

Kata silaturahim tersusun dari dua kata, yaitu shilah berarti menghubungkan, to connect, dan rahim kasih saying, unconditional love.  

Menjalin kasih saying satu sama lain itulah hakekat silaturrahim. Menjalin silaturrahim bukan hanya dengan sesama manusia, atau sesama orang hidup, tetapi silaturrahim juga dilakukan dengan sesame makhluk (ukhuwwah makhluqiyyah), baik manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan atau benda mati (tapi ingat: 

Tidak ada benda mati dalam kamus Tuhan, “semuanya bertasbih”). Silaturrahim juga bukan hanya sesame orang hidup tetapi juga dengan keluarga dan handaitolan yang sudah mendahului kita.

Nabi banyak mencontohkan silaturrahim dengan makhluk non-manusia. Nabi Sulaiman bersahabat dengan binatang, burung, dan ikan liar. Ia juga bersahabat dengan angina, jin, dan malaikat. 

Mereka semua membantu menyelesaikan problem dan tantangan yang dihadapinya. Sufi perempuan Rabi’ah al-‘Adawiyah jega bersahabat dengan binatang buas dan burung liar, seperti halnya bisa kita saksikan kekhususan yang dimiliki oleh para pawing binatang buas. 

Imam al-Agazali, Ibnu ‘Arabi di antara gurunya adalah roh nabi dan para auliya yang wafat jauh sebelum masa hidupnya. Nabi Muhammad memberi nama terhadap binatang peralatan sehari-harinya, seperti unta, kuda, cangkir, dan sisir. Ia juga mengajari kita memberi salam kepada rumah kosong dan kuburan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas