Fadhilah Sholat Tarawih Malam ke-28 Ramadhan 1447 H, Diangkat 1.000 Derajat di Surga
Malam ke-28 Ramadhan 1447 H jatuh Selasa malam, 17 Maret 2026. Ini fadhilah sholat tarawih menurut kitab Durratun Nasihin.
Penulis:
Widya Lisfianti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Penetapan tersebut menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa serta berbagai amalan sunnah selama bulan suci Ramadhan.
Berdasarkan perhitungan kalender hijriah, malam ke-28 Ramadhan 1447 H jatuh pada Selasa malam, 17 Maret 2026, atau malam menjelang tanggal 28 Ramadhan.
Memasuki penghujung bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah.
Pada fase ini, berbagai amalan sunnah seperti sholat tarawih, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak doa menjadi sangat dianjurkan.
Sholat tarawih merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan setiap malam selama bulan Ramadhan setelah sholat Isya.
Ibadah ini menjadi salah satu sarana untuk meraih pahala dan keberkahan di bulan suci.
Dalam sejumlah literatur keislaman klasik, terdapat penjelasan mengenai keutamaan sholat tarawih pada setiap malam Ramadhan.
Salah satu kitab yang sering dijadikan rujukan adalah Durratun Nasihin.
Kitab tersebut memuat berbagai keterangan mengenai fadhilah sholat tarawih dari malam pertama hingga malam ke-30 Ramadhan.
Meski demikian, para ulama menjelaskan tidak semua keterangan di dalam kitab tersebut berasal dari hadits yang kuat.
Karena itu, penjelasan tersebut lebih tepat dipahami sebagai motivasi bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah selama Ramadhan.
Berikut fadhilah sholat tarawih pada malam ke-28 Ramadhan sebagaimana disebutkan dalam kitab tersebut:
Malam ke-28: Allah akan mengangkat seribu derajat di surga bagi orang yang melaksanakan sholat tarawih.
Baca juga: Fadhilah Tarawih Malam 1-30 Ramadan, Ini Keutamaannya
Berikut merupakan keutamaan Shalat Tarawih malam 1 sampai dengan malam 28 yang terdapat dalam Kitab Durratun Nasihin:
Malam 1: Pada malam pertama, dosa orang mukmin (yang melakukan tarawih) akan keluar seperti ketika ibunya melahirkan ia ke dunia.
Malam 2: Pada malam kedua, orang yang sholat tarawih akan diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya jika keduanya mukmin.
Malam 3: Pada malam ketiga, malaikat di bawah Arasy berseru: mulailah melakukan amal kebaikan, maka Allah akan mengampuni dosamu yang telah lalu.
Malam 4: Pada malam keempat, dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala seseorang yang membaca kitab Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Quran.
Malam 5: Pada malam kelima, Allah memberikan pahala seperti pahala seseorang yang shalat di Masjidil Haram, Masjid Madinah, dan Masjidil Aqsha.
Malam 6: Pada malam keenam, Allah memberikan pahala seperti pahala malaikat yang tawaf di Baitul Makmur dan setiap batu dan tanah pun memintakan ampunan untuknya.
Malam 7: Pada malam ketujuh, seakan-akan menemui zaman Nabi Musa AS dan menolongnya dari serangan Fir'aun dan Haman.
Malam 8: Pada malam kedelapan, Allah memberi anugerah sebagaimana anugerah yang telah diberikan kepada Nabi Ibrahim.
Malam 9: Pada malam kesembilan, seakan-akan beribadah kepada Allah sebagaimana ibadahnya para nabi.
Malam 10: Pada malam kesepuluh, Allah akan memberikan kebaikan yang lebih baik di dunia maupun di akhirat.
Malam 11: Pada malam kesebelas, kelak ia akan meninggal dunia seperti keadaan di mana ia baru dilahirkan dari perut ibunya.
Malam 12: Pada malam kedua belas, pada saat hari kiamat wajahnya bersinar bagaikan bulan di malam purnama.
Malam 13: Pada malam ketiga belas, pada saat hari kiamat ia akan selamat dari segala macam keburukan.
Malam 14: Pada malam keempat belas, malaikat menjadi saksi bahwa ia melakukan sholat tarawih. Maka Allah tidak akan menghisabnya kelak di hari kiamat.
Malam 15: Pada malam kelima belas, para malaikat, malaikat penyangga Arsy, dan para malaikat penjaga kursi kerajaan langit akan memintakan ampunan untuknya.
Malam 16: Pada malam keenam belas, Allah mencatat kebebasan selamat dari neraka dan kebebasan masuk surga baginya.
Malam 17: Pada malam ketujuh belas, akan diberi pahala sebagaimana pahala para nabi.
Malam 18: Pada malam kedelapan belas, malaikat berkata: wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah telah meridhoimu dan kedua orang tuamu.
Malam 19: Pada malam kesembilan belas, Allah akan mengangkat derajatnya di surga.
Malam 20: Pada malam kedua puluh, akan diberi pahala seperti pahala orang yang mati syahid dan orang-orang shalih.
Malam 21: Pada malam kedua puluh satu, Allah akan membangun rumah di surga yang terbuat dari cahaya untuknya.
Malam 22: Pada malam kedua puluh dua, jika hari kiamat tiba maka ia akan selamat dari segala macam kesusahan dan kebingungan.
Malam 23: Pada malam kedua puluh tiga, Allah akan membangun kota di dalam surga untuknya.
Malam 24: Pada malam kedua puluh empat, akan memperoleh dua puluh empat doa yang mustajab.
Malam 25: Pada malam kedua puluh lima, Allah akan menghilangkan siksa kubur darinya.
Malam 26: Pada malam kedua puluh enam, Allah akan meningkatkan pahalanya selama empat puluh tahun.
Malam 27: Pada malam kedua puluh tujuh, di hari kiamat ia melewati jembatan Shiratal Mustaqim secepat sambaran kilat.
Malam 28: Pada malam kedua puluh delapan, Allah akan mengangkat seribu derajat baginya di surga.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.