Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

BBM Belum Naik Harga Kedelai Melesat Duluan

Sriyanto (41) mengaku hanya bisa menaikkan harga tahu, jika harga bahan bakar minyak (BBM) jadi dinaikan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Obed Doni Ardianto

TRIBUNNEWS.COM, KLATEN - Sriyanto (41) mengaku hanya bisa menaikkan harga tahu, jika harga bahan bakar minyak (BBM) jadi dinaikan.

“Mau bagaimana lagi. Kalau naik BBM-nya, bahan baku dan tranport juga ikut naik,” ujarnya, Sabtu (10/3/2012).

Rencana pemerintah menaikan harga BBM membuat para pengusaha kecil ikut merasakan imbasnya. Sriyanto yang merupakan pengrajin produk tahu di Dukuh Pandean, Kelurahan Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, udah merasakannya.

“Harga kedelai yang menjadi bahan baku kami sudah mulai naik, sudah mulai ancang-ancang. Tidak hanya bahan baku, kayu dan bambu yang menjadi bahan bakar untuk mengolah tahu juga ikut naik. Lumrah saja, kan mengangkutnya pakai bensin juga,” jelasnya.

Kenaikan harga kedelai sudah mulai terasa beberapa pekan ini, baik kedelai lokal maupun kedelai impor. Menurut pria yang memiliki enam orang karyawan borongan, jika harga BBM naik, maka harga juga akan ikut naik.

Harga kedelai lokal saat ini mencapai Rp 5.800, padahal sebelumnya Rp 5.400. Sedangkan kedelai impor naik sekitar Rp 200, dari Rp 5.900 menjadi Rp 6.100.

Rekomendasi Untuk Anda

“Belum lagi kondisi musim penghujan akhir-akhir ini, banyak kedelai yang busuk,” ungkap pria yang menekuni usaha tahu sejak lulus SMA. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas