Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pelabuhan Bakauheni-Terminal Rajabasa 3,5 Jam

Di Laut, waktu tempuh penyeberangan Selat Sunda dari Pelabuhan Merak sampai Pelabuhan Bakauheni mencapai 4,5 jam.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo

Penyempitan bisa ditemui di simpang empat Campang Raya, Kalibalok, Jalan Urip Sumoharjo-Endro Suratmin, Jalan Ki Maja-Ratu Dibalau, Jalan Untung Suropati-RA Basyid, dan Jalan Abdul Haq-Komarudin (Bataranila).

Di simpang empat Campang Raya, satu jalur menuju Rajabasa, telah berlapis beton dan dapat digunakan. Sementara, jalur lain masih diperbaiki. Hal itu menyebabkan kendaraan yang menuju Pelabuhan Bakauheni harus mengurangi kecepatan.

Di simpang empat Kalibalok, pemasangan beton masih berlangsung di jalur menuju Pelabuhan Bakauheni. Dampaknya, pengguna jalan hanya menggunakan satu jalur lain yang diubah menjadi dua jalur. Kondisi jalan pada jalur tersebut pun masih berupa aspal kasar. Kondisi serupa juga tampak di simpang empat Jalan Urip Sumoharjo-Endro Suratmin.

Pada dua jalur dengan empat lajur di simpang empat Jalan Ki Maja-Ratu Dibalau, tampak telah berlapis beton. Walaupun begitu, jalur menuju Rajabasa belum dapat digunakan sehingga penyempitan masih terjadi.

Sementara simpang empat Untung Suropati-RA Basyid dan Bataranila masih menggunakan jalur lama dengan dua lajur yang ada. Pelebaran jalan yang dilakukan masih berupa aspal kasar dan belum ada lapisan beton.

Penyempitan lain terjadi pada jembatan di atas rel kereta api di samping Asrama Haji Rajabasa. Jembatan tersebut belum mengalami pelebaran. Novi mengatakan, pembahasan penambahan lajur pada jembatan masih dilakukan. "Karena jembatan tersebut kemungkinan jadi jembatan simpang tidak sebidang. Jadi, pelebaran tidak bisa terlalu cepat," tutur Novi.

Diusahakan H-7

Rekomendasi Untuk Anda

Novi menerangkan, pemasangan beton di simpang empat Jalan Ki Maja-Ratu Dibalau diusahakan selesai sebelum H-7. Hal itu karena hanya satu media beton yang belum terpasang. "Kalau tidak ada halangan, H-7 sudah bisa digunakan (dua jalur empat lajur). Itu untuk Ki Maja," terang Novi.

Sementara untuk simpang empat lain, Novi mengatakan, beton memiliki jeda masa antara pemasangan sampai penggunaan. Jalan beton baru dapat dilalui kendaraan apabila telah berusia 28 hari setelah pemasangan. "Kalaupun mau dikejar (sebelum arus mudik), kami  harus terlebih dahulu memperhitungkan traffic (kepadatan) lalu lintas setiap hari. Apa dampaknya? Akan diusahakan selesai, tetapi kami tentu harus menghitung dahulu," ungkap Novi.

Apabila pengerjaan telah selesai, Jalan Soekarno-Hatta akan memiliki lebar tujuh meter untuk setiap jalur. Sementara, setiap jalur akan terdiri dari dua lajur. Novi mengatakan, Jalan Soekarno-Hatta juga akan dilengkapi median jalan, badan jalan, siring, dan trotoar.

"Total lebar jalannya 24 meter. Tetapi, ada daerah yang memang lebih kecil dari 24 meter karena kondisi daerahnya," kata Novi.

Hingga Minggu (21/7), median jalan baru terpasang di sebagian ruas jalan. Sementara, badan jalan belum terlapisi aspal. Adapun, siring dan trotoar belum terbangun. Hal lain yang belum tampak adalah marka jalan.

Pengalihan saat Macet

Rachmat mengakui adanya potensi kemacetan di beberapa titik di Jalan Soekarno-Hatta saat arus mudik dan balik Lebaran mendatang. Hal itu khususnya di titik-titik yang mengalami bottle neck. "Pada titik-titik Itu berpotensi terjadi kemacetan. Apalagi kalau berbicara 22 ribu unit ranmor yang akan melintas," ucap Rachmat.

Untuk mengantisipasi potensi kemacetan, Rachmat menjelaskan, dishub akan menyiagakan personel di titik-titik yang dianggap rawan terjadi gangguan lalu lintas. "Kami juga akan menyediakan alat-alat bantu, seperti rambu-rambu lalu lintas maupun patok-patok kayu. Supaya pengendara dapat lebih berhati-hati saat melalui titik-titik tersebut," ungkap Rachmat.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas