Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

ITB Prihatin Kasus Rudi

BERITA penangkapan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi

Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -- BERITA penangkapan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang keprihatinan kalangan civitas akademika Institut Teknologi Bandung (ITB). Tidak hanya karena Rudi pernah menjadi dosen teladan, tapi sosok Rudi juga dikenal profesional dalam menjalankan tugas yang dibebankan kepadanya.

Keprihatinan atas penangkapan Rudi diungkapkan Wakil Rektor ITB Bidang Komunikasi, Kemitraan, dan Alumni, Hasanuddin Z Abidin. Saat mendengar kabar tersebut, ia mengaku terkejut. Namun ia sendiri tidak mengetahui secara detail kasus yang membuat Rudi akhirnya ditangkap KPK.

"Yah, awalnya sempat terkejut. Saya sendiri tidak tahu detailnya. Baru dengar kabar singkat saja," katanya saat dihubungi, Rabu (14/8/2013).

Karena itulah, ia enggan berkomentar banyak mengenai penangkapan tersebut. Meski begitu, ia mengaku prihatin dan berharap persoalan yang menimpa Rudi bisa segera diselesaikan. "Kita doakan saja, semoga tidak terjadi apa-apa dengan Pak Rudi," katanya.

Disinggung tentang sosok Rudi, Hasanuddin mengatakan Rudi merupakan sosok yang profesional dalam setiap menjalankan tugas yang diberikan kepadanya. Salah satunya dalam menjalankan tugas sebagai guru besar di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB.

Hal serupa diungkapkan Rektor ITB Prof Akhmaloka melalui pesan singkatnya. Ia tidak berkomentar banyak, tapi menegaskan bahwa ITB sudah membebastugaskan Rudi di ITB sejak diangkat menjadi Wamen ESDM.

Namun, menurut Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB Tutuka Ariadji, meski menjabat sebagai Wakil Menteri ESDM, Rudi masih terdaftar sebagai dosen. Ia mengajar mata kuliah teknik pengeboran minyak.
"Kami di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan kaget sekali mendengar kabar ditangkapnya beliau," kata Tutuka saat ditemui Kompas.com di ruangannya, kemarin.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebagai salah satu kolega yang terbilang cukup dekat dengan Rudi, Tutuka merasa tidak yakin rekannya itu melakukan tindak pidana suap seperti yang diberitakan di media massa. "Saya tidak yakin beliau melakukan hal tersebut untuk kepentingan pribadi. Tapi, itu sendiri memang agak sulit dibuktikan," ujarnya.

Selain itu, Tutuka menilai keterlibatan koleganya itu ke dalam tindak pidana suap kemungkinan karena masih polos sebagai seorang akademisi, dan juga menghadapi tekanan-tekanan dari luar. "Lingkungan dosen itu beda dengan ormas. Di arena seperti itu, beliau terlalu polos karena tekanan dari internal dan lembaga lain seperti DPR juga keras," kata Tutuka.

"Tapi, untuk saat ini, beliau memang tidak bisa mengelak tidak menerima," tegas Tutuka lagi.

Rudi dikenal sebagai orang yang ahli di bidang perminyakan. Dia juga merupakan dosen teladan di ITB. Pria kelahiran Tasikmalaya, 9 Februari 1962, ini menyelesaikan jenjang sarjananya di ITB jurusan Perminyakan pada 1985. Ia melanjutkan studi pascasarjananya di Technische Universitaet Clausthal, Jerman, dan meraih gelar doktor pada 1991.

Ia meraih penghargaan sebagai dosen teladan ITB pada 1994 dan 1998. Gelar guru besar diraihnya pada 2010. Setelah itu, ia masuk lingkaran birokrasi saat diangkat oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Deputi Operasi Migas pada tahun 2011.

Kariernya menanjak. Presiden mengangkatnya sebagai Wakil Menteri ESDM pada 2012. Tujuh bulan berikutnya, saat MK memutuskan membubarkan BP Migas, Rudi dipercaya untuk menjadi Kepala SKK Migas. (tif)

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas