Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ganjar Hapuskan Anggaran Amplop untuk Wartawan

Ganjar Pranowo, mengusulkan untuk melakukan penghapusan 'amplop' bagi wartawan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo

Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang, Rofiudin, setuju terhadap sikap Ganjar Pranowo yang berencana bakal menghapuskan amplop bagi wartawan.

"Saya setuju sekali kalau amplop. Bagi wartawan itu dihapuskan. Karena amplop itu sudah seperti candu bagi wartawan," kata dia.

Dia hanya mengkhawatirkan, bakal banyak wartawan yang mengharapkan amplop saat meliput sebuah acara. "Lalu khawatirnya wartawan meninggalkan liputan yang sebenarnya penting, hanya karena tidak ada amplopnya," kata dia.

Wartawan itu memiliki tiga kategori, ada wartawan yang benar-benar tidak mau, ada yang dikasih tidak masalah tidak diberi juga tidak menyoalkannya, dan ada yang memancing narasumber untuk memberi.

"Paling banyak memang kategori wartawan yang di tengah-tengah. Kondisi ini jangan menyalahkan sisi wartawannya. Namun, juga sisi narasumber yang memberinya," kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng, Jayanto Arus Adi, menilai paradigma Kepala Biro Humas Setda Jateng, Agus Utomo keliru untuk memberikan uang transportasi kepada wartawan.

"Itu paradigma yang keliru kalau memberikan uang kepada wartawan sebagai ganti transport. Mereka (Humas-red) melakukan itu karena ada maksudnya," jelas dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Dia mengatakan, budaya memberikan amplop di lingkungan Pemprov Jateng itu dinilai tidak sehat.

"Ganjar perlu membenahi dulu SKPD di lingkup Pemprov Jateng. Karena sampai sekarang juga masih banyak wartawan tanpa surat kabar," kata dia.

Hal itu, kata dia, menjadi bagian dari langkah PWI Jateng untuk melakukan akreditasi kepada wartawan. Agar, selanjutnya wartawan tanpa surat kabar itu bisa terkikis. "Wartawan di Jawa Tengah yang sudah terakreditasi belum sampai 50 persen.

Dari 700 anggota PWI, hanya sekitar 250-an anggota yang terakreditasi. Taargetnya 2016, semua anggota PWI sudah terakreditasi," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas