Berantem dengan Pacar, Polisi di Pekanbaru Tembak Dada Kirinya Sendiri
Bripda RH, anggota Sabhara Polda Riau, Selasa (28/1/2014) sore sekitar pukul 17.00 nekat menembak dada kirinya sendiri
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Rino Syahril
TRIBUNNEWS.COM - Bripda RH, anggota Sabhara Polda Riau, Selasa (28/1/2014) sore sekitar pukul 17.00 nekat menembak dada kirinya sendiri dengan senjata miliknya. Ia ketakutan karena diancam akan dilaporkan pacarnya, PA, ke Bidang Propam Polda Riau. Apa yang ingin dilaporkan pacar Bripda RH itu ke Bidang Propam sampai saat ini belum diketahui.
Informasi yang berhasil dirangkum di lapangan, Selasa sore itu Bripda RH sedang jaga di Bank BNI Jalan Jenderal Sudirman. Lalu datang PA menjemput Bripda RH dengan menggunakan mobil untuk pergi berobat ke rumah sakit. Sesampainya PA di Bank, RH langsung masuk kedalam mobil PA.
Entah apa sebabnya keduanya bertengkar di dalam mobil. PA yang merasa ketakutan, karena diancam akan dibunuh bergegas lari dari mobil sejauh 10 meter untuk menyelamatkan diri, karena diancam bunuh oleh pelaku.
Melihat pacarnya kabur, Bripda RH langsung turun dari mobil dan melepaskan tembakan ke arah atas sebanyak satu kali. Hal itu tak pelak membuat warga yang mendengar suara letusan senjata itu berhamburan ke arah suara.
Usai melepaskan tembakan, RH langsung berkata pada warga yang menyelamatkan pacarnya, "bawa sini pacar aku,". Mendengar itu, PA langsung mengatakan dirinya akan kesana. "Iya aku akan kesana tapi jangan bunuh aku," ujar PA
Tanpa dikomandoi, Bripda RH kembali melepaskan tembakan dari senjata api miliknya. Kali ini, Bripda RH tidak meletuskannya ke atas, melainkan ke dada kirnya. Melihat hal itu warga bergegas membawa Bripda RH ke Rumah Sakit Awal Bros.
Kabid Propam Polda Riau AKBP Budi Santoso saat dikonfirmasi wartawan di RS Awal Bros membenarkan ada anggota Polda Riau melakukan percobaan bunuh diri dengan menembak dada kirinya sendiri di Bank BNI Jalan Jenderal Sudirman. "Korban menembak dada kirinya pakai senjata laras panjang miliknya," ujar Budi.
Ketika ditanya apakah benar korban meletuskan senjata apinya sebanyak 2 kali? Budi dengan tegas membantah. "Tidak benar ada dua kali letusan, dan yang benar itu hanya 1 kali tembakan," kata Budi.
Budi juga menjelaskan, dirinya mendapat informasi itu berupa sms, sekitar pukul 19.00. "Saat itu saya sedang di Rokan Hulu dan langsung kesini (RS Awal Bross),"kata Budi lagi.
Kondisi RH saat ini tambah Budi, belum stabil. "Sebab Dokter bilang baru selesai menjalani operasi mengeluarkan pelurunya," ucap Budi.