Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Polrestabes Surabaya: Waspadai Penyusupan Teroris di Desa Jelang Pemilu

Polrestabes Surabaya, meminta setiap desa mewaspadai adanya aktivitas kelompok teroris menjelang Pemilu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Polrestabes Surabaya: Waspadai Penyusupan Teroris di Desa Jelang Pemilu
surya/haorrahman
Senjata api yang diperiksa Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta, Rabu (6/11/2013). 
Memuat video…

Laporan Wartawan Surya Haorrahman

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Polrestabes Surabaya, meminta setiap desa mewaspadai adanya aktivitas kelompok teroris menjelang Pemilihan Umum 9 April 2014.

Apalagi, beberapa waktu lalu ada sejumlah terduga teroris di Jatim yang ditangkap Densus 88. Terbaru, dua terduga teroris ditangkap di Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar Setija Junianta mengatakan, tidak menutup kemungkinan adanya ancaman teroris.

"Memang sulit menyatakan apakah masih ada atau tidak keberadaan teroris di Surabaya. Namun, kita semua harus mengantisipasi semua kemungkinan itu," kata Setija, Minggu (9/2/2014).

Setija mengatakan, untuk mengantisipasi itu dibutuhkan peran serta masyarakat, untuk turut aktif menjaga keamanan. Apalagi, pergerakan teroris sulit diprediksi.

"Kami minta perangkat desa, RT, RW, Kelurahan, untuk turut mewaspadai ancaman ini," kata Setija.

Rekomendasi Untuk Anda

Setija berharap, perangkat desa bisa mendata setiap ada warga pendatang di daerah mereka.

"Biasanya teroris itu indekos atau ngontrak. Kami berharap, setiap ada pendatang baru, perangkat desa bisa mendatanya," kata mantan Kapolres Sidoarjo itu.

Menurut Setija, pihaknya telah menempatkan dua hingga tiga anggota di setiap kelurahan, untuk berinteraksi dengan warga dan bekerja sama dengan aparat desa.

"Tergantung wilayahnya, kalau luas kami tempatkan tiga anggota. Ini untuk mendeteksi dini adanya kemungkinan ancaman teroris," kata Setija.

Selain itu, menurut Setija, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Mabes Polri.

Berdasarkan informasi, jaringan dua teroris yang tertangkap di Kenjeran beberapa waktu lalu masih ada. Polisi telah memetakan wilayah-wilayah di Surabaya yang rawan pergerakan teroris.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas