Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Yoni Tewas saat Bersihkan Pasir Letusan Kelud

Pascaletusan Gunung Kelud, ditemukan satu korban meninggal dunia bernama Yoni (48) warga Desa Toyoresmi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Yoni Tewas saat Bersihkan Pasir Letusan Kelud
surya/didik mashudi
Jalan Doho Kota Kediri yang terselimuti debu vulkanik Gunung Kelud, Jumat (14/2/2014). 

Laporan Wartawan Surya Didik Mashudi

TRIBUNNEWS.COM, KEDIRI - Pascaletusan Gunung Kelud, ditemukan satu korban meninggal dunia bernama Yoni (48) warga Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

Namun, korban meninggal akibat terjatuh saat  membersihkan atap rumahnya dari timbunan pasir, Jumat (14/2/2014).

Sementara, korban terluka yang dirawat di tiga rumah sakit di Kota Kediri yang dikonfirmasi Surya Online mencapai puluhan.

Di RS Baptis, pasien akibat dampak tidak langsung letusan Kelud mencapai 11 orang.

Demikian pula di RS Bhayangkara, tercatat satu pasien yang mengalami sesak napas karena menghirup gas belerang.

Pasien dampak tidak langsung letusan Kelud jumlahnya mencapai 18 orang.

Rekomendasi Untuk Anda

Kebanyakan korban dirawat karena mengalami laka lantas, akibat melewati jalan berdebu yang berpotensi selip.

Pasien lainnya akibat patah tulang setelah terjatuh dari atap atau tangga saat membersihkan rumahnya.

"Macam-macam ada yang patah tulang, luka sobek sampai lecet-lecet," ungkap Emi Pujiharti, Humas RS Bhayangkara kepada Surya Online, Jumat (14/2/2014).

Sementara di RSUD Gambiran Kota Kediri, korban tidak langsung letusan Kelud mencapai 15 orang. Korban kebanyakan terjatuh dari atap saat  membersihkan pasir.

"Korban ada yang patah tulang, luka robek dan cedera otak ringan. Total jumlahnya mencapai 15 pasien, dimungkinkan masih akan  bertambah lagi," ungkap Nitrasari, Humas RSUD Gambiran.

Sementara Kadinkes Kabupaten Kediri dr Adi Laksono menyatakan, sejauh ini masih belum ada laporan adanya korban jiwa akibat dampak langsung letusan Gunung Kelud.

"Korban yang dirawat di rumah sakit kebanyakan akibat kasus laka lantas saat dalam perjalanan ke tempat pengungsian," jelas Adi Laksono.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas