Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ratusan Kiai dan Psikolog Dikerahkan Sembuhkan Trauma Pengungsi

Pemprov Jawa Timur mengerahkan ratusan kiai, tokoh agama, dan psikolog ke lokasi pengungsian.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ratusan Kiai dan Psikolog Dikerahkan Sembuhkan Trauma Pengungsi
surya/IST
Pengungsi Kelud bermandi abu 

Laporan Wartawan Surya Mujib Anwar

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Pemprov Jawa Timur mengerahkan ratusan kiai, tokoh agama, dan psikolog ke lokasi pengungsian guna memulihkan trauma para pengungsi korban letusan Gunung Kelud.

Kepala Biro Kesmas Setdaprov Jatim Bawon Adiyithoni mengatakan, ratusan tokoh agama dan psikolog tersebut disebar ke titik-titik pengungsian yang ada di tiga daerah, yakni Kediri, Blitar, dan Malang untuk memulihkan trauma para pegungsi.

"Sejak Sabtu (14/2/2014) kemarin, mereka sudah kirim ke tiga daerah tersebut dan langsung memberikan siraman rohani kepada para pengungsi di lokasi pengungsian," ujarnya, Minggu (16/2/2014).

Menurut Bawon, ratusan tokoh agama dan psikolog dikirim ke daerah terdampak bencana Gunung Kelud ini merupakan hasil kerjasama Pemprov Jatim, dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim, Pondok Pesantren, dan lembaga psikologi di Jatim.

Tujuannya, agar para kiai dan psikolog tersebut dapat mengembalikan kondisi kejiwaan mereka yang menjadi korban letusan Kelud, paska terjadinya bencana.

"Jadi, yang kami kirim bukan hanya para kiai dan tokoh agama Islam saja, tapi juga tokoh agama lain," tegasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Itu kami lakukan, karena di wilayah tersebut kiai masih dijadikan sebagai panutan dan dipercayai masyarakat," tambahnya.

Selain itu, kata Bawon, langkah ini juga dimaksudkan agar pengungsi tetap tenang dan berkosentrasi di pengungsian sambil menunggu situasi benar-benar aman.

"Makanya keberadaan mereka (kiai dan psikolog) akan terus kami pertahankan, sampai korban letusan Gunung Kelud tidak lagi dicekam ketakutan dan mengalami trauma," tandasnya.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas