Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tinggalkan Sekolah Lantaran Tak Tahan Ejekan

Hidup keluarga sederhana ini berantakan begitu lumpur Lapindo menyembur 2006 silam.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Tinggalkan Sekolah Lantaran Tak Tahan Ejekan
surya/eben haezer panca
Chamidah (kanan) saat menawarkan kepingan VCD tentang lumpur Lapindo pada pengunjung di tanggul lumpur Lapindo, Porong, Sidoarjo, Selasa (27/5/2014). 

Gadis yang kini berusia 14 tahun itu berhenti sekolah ketika duduk di bangku kelas dua.

Chamidah ikut-ikutan stres karena anak pertamanya itu tidak memiliki ijazah.

Dia bingung bagaimana nanti Sari akan mendapatkan pekerjaan tanpa ijazah.

Menurutnya, Sari gadis yang tidak melawan saat diintimidasi teman-temanya.

Dia memilih diam dan menangis ketika mendapatkan ejekan. Chamidah sudah berulang kali menasihati Sari agar melawan saat ejek orang. Namun Sari bergeming. Dia diam, tetapi menangis.

”Anak saya yang pertama mirip ayahnya. Putih dan cantik. Dia pendiam. Saya tidak bisa marah kepadanya karena saya mengerti dia memulai hidup di pengungsian yang serba susah. Saya kasihan padanya,” kata Chamidah dengan mata menerawang.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Surya
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas