Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penambang Timah Tewas Tertimbun Tanah

Perlahan Mar berusaha berdiri sambil dibopong bahunya oleh sanak keluargnya berjalan menuju kamar jenazah untuk melihat jenazah suaminya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Penambang Timah Tewas Tertimbun Tanah
Tribun Jogja/Hari Susmayanti
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, BELITUNG - Isak tangis Mar (30) seakan tak terbendung saat berada di ruangan Instalasi Kamar Jenazah RSUD Beltim, ketika jenazah suaminya Marsidi (33) terbaring terbujur kaku di dalam kamar jenazah, Rabu (10/9/2014) malam.

Kerabat dekat dan sanak keluarga berusaha menenangkan Mar agar tidak menangis. Sementara Repa, putri pertama mereka yang masih duduk di kelas 1 sekolah dasar (SD) hanya diam, sambil duduk di lantai dikelilingi sanak keluarganya.

"Sudah..sudah nangisnya," ujar seorang kerabat korban berusaha menenangkan Mar.

Perlahan Mar berusaha berdiri sambil dibopong bahunya oleh sanak keluargnya berjalan menuju kamar jenazah untuk melihat jenazah suaminya. Repa mengikuti dari belakang sambil berpegangan pada sanak keluarganya.

"Sudah..sudah nangisnya. Nggak usah lama-lama lihatnya," ucap kerabat korban kepada Mar sambil mencium jenazah suaminya.

Marsidi mengembuskan nafas terakhirnya setelah tertimbun longsor di dalam lubang galian tambang, saat sedang menambang timah yang berada di dalam kawasan hutan produksi Gunung Duren, di Aik Katal, Dusun Aik Selumar, Desa Lintang Kecamatan Simpang Renggiang, Rabu (10/9/2014) siang.

Jenazah korban baru berhasil dievakuasi malam hari dibantu oleh warga, setelah mendatangkan alat berat eksavator untuk menggali reruntuhan tanah yang menimbun korban, di dalam lubang galian tambang yang curam dan sempit. (bev)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Bangka Pos
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas