RSUD Batam Dijaga Anggota TNI, Keluarga Pasien Protes tak Bisa Masuk
Keluarga pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batuaji, Batam, langsung diadang dua anggota TNI AD.
Editor: Dewi Agustina
Laporan Wartawan Tribun Batam, Zabur Anjasfianto
TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Minggu (21/9/2014) malam sekelompok anggota TNI Batalyon Infanteri 134 Tuah Sakti terlibat bentrok dengan anggota Brimob di Markas Komando (Mako) Brimobda Kepri, di Tembesi, Batuaji, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
Keluarga pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batuaji, Batam, langsung diadang dua anggota TNI AD dari satuan Yonif 134 di gerbang masuk rumah sakit pemerintah tersebut, Senin (22/9/2014) dini hari.
Tidak hanya di depan gerbang, di pintu masuk instalasi gawat darurat (IGD) juga dijaga ketat oleh anggota Yonif 134. Setiap keluarga pasien yang menunggu di depan ruang IGD, satu persatu ditanya oleh anggota tentara yang membawa senjata laras panjang.
"Kenapa saya tidak boleh masuk. Anak saya lagi sakit. Siapa yang mau menunggu nanti," ujar salah satu keluarga pasien kepada dua anggota Yonof 134 di gerbang masuk RSUD Embung Fatimah.
Dua anggota TNI AD itu, akhirnya mengizinkan keluarga pasien masuk ke dalam pekarangan RSUD Embung Fatimah. Keluarga pasien itu langsung dikawal sampai ke tempat ruangan instalasi rawap inap (IRNA).
Penjagaan ketat RSUD Embung Fatimah dikarenakan ada empat anggota Yonif 134 yang sedang menjalani operasi akibat luka tembak bentrok antara anggota Brimob dan TNI. Mereka adalah Praka Eka Basri Kompi A, Pratu Eko Kompi Markas, Pratu Ari Kompi Markas dan Pratu Ari Kompi Bantuan.
Hingga pukul 01.30 WIB dinihari tadi, RSUD Embung Fatimah masih dijaga ketat oleh 10 anggota Yonif 134 berpakaian lengkap dengan senjata tajam.